Plantains with Some Funk!

Funky!
Funky!

Yesterday late noon my flatmate brought this cute dish when I was editing pictures for my last post, Tea, my tea. He transformed it onto ‘Plantains with some funk’. Just need a small creativity to tweak plantains to be a nicer dish. Lets start!

He used ingredients that we had in our kitchen such :

*Plantains, pick a good one, do not use too-ripe one, it doesn’t work. Depending on how many do you need, he made for two.

*Cheddar cheese, 2 slices for each plantains.

*Butter.

*Garnish including Nutella, Condensed Milk, Mayo, and Cherry.

Hey Cheery was just a fruit garnish that we had in fridge! hahaha, you’ve seen it how many time right? No probs, you can use strawberry if you like. Just play as fun as you can. Alright, all you need to do just :

Prepare your pan, heat it and make sure you have enough heat and start to put one tea spoon of butter, slice plantains into two before and grill on your pan. You just need to flip one time if you sure that your one side plantains become brownie. Do it until finish. Then, pour condensed milk on your plate, create interesting line of milk, put your grilled plantains, spread nutella, mayo, and cheese. He cutted cheddar and rolled. Then put cherry to give more colors and tarra! Dessert time or tea time? Whatever, create your own fellas!

Cute? Nice? O sure!
Cute? Nice? O sure!
Wanna see closer? This is it! Plantains with some funk. Try your own!
Wanna see them closer? This is it! Plantains with some funk. Try your own!

Happy cooking.

O yeah you can find him here.

Accidental Recipe

Accidental Recipe.
Accidental Recipe.

I made a mistake with my cooking and I thought that was an embarrassing and terrible moment, but wait! As you know, It could be a moment you could create a new recipe if you use your sense of creativity!

Alright fellas, this is the story. That night I was so so damn tired reached flat at 9pm after a looong day but at the same time my tummy wanted a fill up. I had the urge to make something a bit special and so I chose to make meat ball soup. I searched through my kitchen to find ingredients that I needed to make my desired recipe.

I found beef meat and eggs in my fridge, flour and spices on my spice shelf. I used my blender to mince the beef, put the minced meat in a bowl with 3 eggs and kneaded the mixture. Then I added my spices – salt, white ground pepper, minced garlic, pinch of sugar for taste, and coriander as well. Then, I poured water into it. It seemed to be going fine, but then, I had this scary feeling that I might have added more water than I should have. Damn! my meat dough was too watery, soft. In my panic I decided that I had to put more maize or starch in my ‘too-soft’ dough and wished that it would make it all better.

But I was unlucky. My dough was still soft even after I added so much starch. I decided to go ahead and start molding my dough using 2 spoons and put them into pan full of boiling water. I wished that the meat balls would be floating after 5 until 10 minutes – a good sign that they are well done. Needless to say, I was disappointed when I saw that meat balls didn’t float. Then I decided not to give up and I chose to put my meat ball dough in the fridge overnight. But I still had 1 loud question in my head, how about my tummy? There was nothing I could do at this point, so I went to bedroom hungry. I was so upset really.

So, the next day, when I opened fridge, I saw my meat ball dough, and was still thinking of cooking again. While my dough became harder after being chilled, I took my pan, poured vegetable oil and Yes! I did! I fried the meat balls!!! And you know what? I tasted them, and seriously, they were really good. What a delightful surprise!

Then I remembered that I had tofu, chicken fillet, and paprikas. Without thinking twice I took garlic, onion, chillies, the basic spices I always for cook with. Then:

Step to step!
Step to step!
The last thing I did, paprikas! Lovely colors!
The last thing I did, paprikas! Lovely colors!

;

* I poured some vegetable oil about two tablespoons and let it heat up enough so I could stir-fry my basic spices. Onion and garlic first, then, I added chillies. I stir fried for just 5 minutes – my basic spices smelled good. Then I stirred in the chillies and let them fry for 2 minutes.

* I added cubes of tofu and stir-fried for 3-5 minutes, poured in 2 tablespoon of tomato sauce, 1 tablespoon of chilli sauce, and small water.

* Next step? I added black pepper, salt, pinch of sugar for sure *wink* my little secret*, and nutmeg.

* I fried chicken fillet before and I added them along with the fried meat balls. I let them mix for about 5 minutes and then I added soya sauce – put as much as you like. And for more flavour and colour, I cut some paprikas. I made sure I reduced the heat on my pan of meat balls while I was cutting the paprika. I didnt want my sauce to get dry. The last thing I did was spinkle some paprika to give more spicylicious taste and because I love red and orange colour of paprika.

Tarra! Feast your eyes on this accidental but perfect recipe on my sushi plate. I thought it would be prettier if I had sesame seeds and fresh leeks sprinkled on top of my freshly cooked meal.

Nyum nyum nyum, spicylicious!
Nyum nyum nyum, spicylicious!
That is the fried meat balls!
That is the fried meat balls!
Can you see the chicken? O gosh it makes me hungry immediately!
Can you see the chicken? O gosh it makes me hungry immediately!
Tofuuu!
Tofuuu!

;

I need to name this dish, any ideas? I keep thinking…hehehe…

O yeah, do not ever be nervous fellas if you make a mistake in cooking fellas, just relax be adventurous and think about creating something else and let your creativity work!!!

;

Cheers,

Azis.

Memasak Gudir

Pagi itu saya berbincang dengan Rifda, salah satu teman baik saya sejak kuliah. Saya mengiriminya sebuah gambar Gudir ini melalui bbm dan ia menjawab “Kamu mengiming-imingi saya!”. Saya tersenyum, karena olahan super mudah ini kemudian mengingatkan saya padanya dan satu lagi, Yuriko.

Rifda dan Yuriko sama-sama suka penganan berbahan dasar agar-agar dan jelly. Saya sering membawa ‘Gudir’ untuk mereka berdua saat kami bertiga masih satu kantor. Saya mengenal Yuriko saat saya bekerja sama dengannya dalam sebuah tim konseptor, kemudian Rifda bergabung setelahnya. Saya pun memberi judul postingan ini karena ingat kosakata kocak yang menggantikan agar-agar yang sering diucapkan oleh Yuriko, Gudir. Ya, Gudir memang memiliki arti agar-agar dalam bahasa Jawa.

Okay, cukup intermezonya, kembali ke fokus postingan. 

Saya sendiri cukup menggemari penganan berbahan dasar agar-agar ini karena selain mudah dibuat, seratnya juga cukup baik untuk pencernaan. Saya lebih memilih susu cair daripada santan karena susu membuat rasa gudir yang saya buat menjadi ringan. Dan yang terpenting, susu cair membuat saya tak bosan menyantapnya berkali-kali. Kali ini saya hanya bermain gudir dengan tiga rasa yang berbeda, coklat, vanila dan moka. Ketiga rasa itu saya dapat dari bahan makanan yang saya punya saat itu.

Bahan-bahan yang anda butuhkan untuk membuat Gudir tiga rasa ini adalah sbb :

Agar-agar | Gula | Garam | Susu cair | Air | Vanilla | Coklat cair, kopi bubuk, atau perasa (essence) sesuai selera, Krim dan buah ceri untuk garnish.

They are the ingredients that you need fellas!

Cara membuatnya dimulai dengan mencampur agar-agar, susu cair, gula, air dan garam kedalam pan kemudian aduk diatas api sedang. Jaga adonan dengan tetap diaduk hingga mendidih. Jangan meninggalkan adonan karena saat mendidih bisa-bisa kompor anda tersumbat karena adonan yang mengepul keluar dari pan anda. Setelah adonan masak, angkat dan dinginkan. Anda bisa mengaduknya agar uap panasnya lebih cepat keluar dan memudahkan anda mencetak.

Bagi tiga adonan sama rata, kemudian tambahkan coklat cair. Aduk hingga merata. Tuangkan kedalam cetakan yang anda pakai. Sebelumnya basahi cetakan anda dengan air agar mudah mengeluarkan gudir yang sudah dingin jika anda ingin menyajikannya diatas piring saji. Setelah permukaan adonan gudir coklat agak mengeras, tambahkan adonan vanila diatasnya. Saat adonan vanila mulai mengeras tandanya adonan terakhir, moka, siapkan dituangkan. Lakukan tahapan ini hingga adonan habis.

Perhatikan suhu adonan setelahnya jika anda membuat lapisan. Adonan yang baik adalah adonan yang hangat-hangat kuku. Jika anda menuangkan adonan kedua saat panas, jangan harap anda akan menghasilkan gudir yang menyatu satu sama lain. Hal yang sama berlaku jika anda tak sabar menunggu adonan pertama sedikit mengeras kemudian mengambil jalan pintas dan menaruhnya di freezer. Embun yang dihasilkan saat anda mengeluarkan adonan dari freezer tak akan menyatu dengan adonan kedua meskipun anda menuangkannya saat adonan kedua panas.

Setelah anda selesai dengan semua adonan gudir, cara terbaik menyantapnya adalah membiarkannya dingin di lemari es. Santap setelah anda mempercantik mereka dengan krim dan ceri. Dan hasilnya….tara! Gudir, begitu kata Yuriko, siap disantap! Slurrrrppp!

Pisahkan adonan dasar menjadi tiga bagian sesuai dengan porsi yang anda inginkan. Saya menambahkan coklat cair dan milo. Cara termudah membuatnya berasa coklat.
Campur bahan tambahan selagi panas agar merata.
Mari disantap! Light whipped creamnya ternyata cepat menyusut. Hingga garnishnya kurang yahud.
I snap from the top. Not bad isn’t it?
Triple flavour of Gudir sudah siap disantap fellas!
Saya mencetak Gudir di gelas wine, cukup cantik bukan?
Hias gudir dengan krim dan taburan kopi. Kenyataannya saya agak menghindari krim dan lebih memilih buah merah dibelakangnya!

Saya yakin semua orang bisa mengolah penganan ini dan asiknya, anda bisa bermain dengan rasa dan tekstur sesuai yang anda inginkan. Jika anda punya waktu untuk memasak, ada baiknya membuat snack sendiri daripada membeli. Selain terjamin bahan dan kesebersihannya, membuat snack sendiri secara otomatis membuat anda lebih menghargai makanan yang anda masak. Apalagi jika anda bisa berbagi dengan orang-orang yang anda kasihi, its really works! Trust me.

Bagaimana fellas tertarik membuatnya sendiri?

Makaroni Saus Tomat

Apa yang akan saya lakukan pertama kali jika lapar dan tak punya uang? Berpikir.

Ya, berpikir mengolah bahan apa yang saya punya saat itu. Mencari persediaan bahan makanan yang masih ada kemudian mengolah sedikitnya menjadi makanan yang layak makan. Seperti beberapa saat lalu saat uang menipis dan perut minta diisi, ini yang saya masak, makaroni saus tomat.

Resep super mudah ini hanya membutuhkan makaroni sebagai bahan dasar dan tomat untuk sausnya. Rebus makaroni sesuai porsi yang ingin anda buat ke dalam air mendidih, tambahkan garam dan minyak sayur. Masak seperti biasa dan jaga agar makaroni jangan sampai terlalu lembek. Angkat dan tiriskan. Buat telur dadar sebagai pelengkapnya. Disini saya menggunakan dua telur dengan bawang putih, bawang merah, garam dan lada. Goreng di atas teflon hingga agak kering, angkat dan tata di meja saji.

Tinggal membuat sausnya, seperti biasa bumbu dasar diperlukan, potong bawang merah dan bawang putih secukupnya saja. Saya selalu mengira-ngira tanpa menakar bahan makanan yang akan dimasak, terlebih bawang merah dan bawang putih. Tumis keduanya hingga harum kemudian tambahkan sedikit garam dan lada sebelum menambahkan saus tomat. Hati-hati, jangan sampai membiarkan campuran bumbu dan saus tomat di atas api besar karena saus tomat akan cepat terbakar. Tambahkan air sedikit jika diperlukan agar bisa menghasilkan kekentalan saus yang diinginkan. Setelah saus matang masukkan potongan tomat segar yang dicincang sebelumnya.

Tata makaroni di atas telur dadar dan siram dengan saus tomat. Taburi daun thyme dan tambahkan minyak zaitun jika anda suka. Ini namanya resep kereatif ya? Hahaha, selamat mencoba :)

Kudu tetap makan meski bokek! Monggo :D
Sajikan panas-panas, oya! Jeruk lemon bisa ditambahkan ke dalam saus tomat jika ingin cita rasa yang lebih segar!

Bermain Hitam Putih.

Hari minggu kemarin, saat saya mulai membuka laptop mencoba untuk mengerjakan target yang sudah nongkrong di sketchbook, beberapa menit setelahnya tangan saya gatal ingin bermain dengan kamera. Biasanya saya mengambil beberapa makanan kemudian menata dan memotretnya. Minggu lalu? Saya sedang miskin, tak ada makanan. Kemudian saya berpikir bahwa cahaya sore yang masuk melalui jendela ruang makan sayang untuk dilewatkan dan hasilnya? Begini…..Hitam putih :)

Meja saya berantakan :D
Lihat mouse saya, keren bukan :D
Reminder di sketchbook. Ini masih sehari. Besok? Semakin bertambah X_X
Wallpaper saya, Unyu sekali! :D Saya jarang mengganti wallpaper di BB.
KTP Internasional :)
My lovely grey Fossil :D
Mari nyeket! :D
Sambil ngemil Loacker, Dark choco wafer!
Spanish dancer dan teman2nya mejeng di kulkas :D
Sandal-sandal seribuan…harga pas… :D
Parpumnya neng…Gucci ada…Hermes ada…silakan pili neng :D
Aer nya bang…aer…seribuan….haus bang? :D
Halo! Apa liat-liat? :D
Mumpung flatmate saya liburan ke Indonesia, gimana kalo sepatu-sepatunya diobral? :D
Sudah! Mainannya selesai…kembali bekerja…kembali ke laptop! :D

Minggu depan? Saya akan…..akan….? Memilih keluar rumah..menikmati hari minggu saya…karena? Sehari sebelumnya saya memiliki tiga venue berlainan yang harus diselesaikan! Oh…saya sudah terbayang capeknya…Fiuh!

Anyway, tetap semangat fellas!

Cheers,

Azis.

Tea Time.

Ini aktifitas iseng-iseng di minggu sore, salah satu waktu favorit saya.

Saat niat memasak datang setelah nonton atau belanja kebutuhan di luaran sana, saya selalu memilih waktu yang tepat. Sore pukul empat adalah waktu terbaik. Selepas ashar saat matahari mulai teduh adalah saat dimana saya biasanya mulai memasak menu makan malam. Saya memiliki waktu sekitar dua setengah jam sebelum maghrib tiba. Sebulan terakhir ini maghrib dimulai lebih awal setengah jam dari waktu sebelumnya 19.10 waktu Afrika tengah. Tapi itu tergantung, jika saya sedang malas memasak saya lebih tertarik untuk memotret makanan. Selain memanfaatkan cahaya alami dari mentari sore, memotret makanan saat sore membuat saya bebas mengeksplor ide saya melalui teknik fotografi yang masih awam.

Lagipula sore hari membuat saya lebih bebas menyiapkan setting di atas meja makan daripada saya harus terburu-buru memotret di hari-hari aktif. Kadangkala jika saya sedang ingin mengambil gambar senin pagi dari makanan yang saya buat semalam, hasilnya tak akan serapi minggu sore.

Dua minggu yang lalu saya iseng-iseng memotret cemilan teman minum teh. Yah gaya ya ada acara minum teh sore-sore kaya orang Inggris saja :D ‘drink some english tea‘ !. Tidak foto-foto disini hanya objek latihan belajar memotret makanan dari kamera saya yang masih belum punya lensa makro terpisah. Tapi hasilnya lumayan kan? Beberapa cake cantik, cookies renyah, dan agar-agar pelangi yang tidak selesai <— ini karena saya malas! :D, terlihat begitu menggoda untuk disantap!

Apa yang harus dilakukan setelah berhasil mengambil makanan/ penganan yang akan saya tampilkan disini? Jawabannya jelas, mari makan!!!! :D

Bagaimana tergoda tidak menyantap coklat dingin yang kenyal ini? Saya menyantapnya dengan saus coklat dan alpukat! Yummy!
Ini cemilan favorit saya dari dulu, jelly coklat! :D Mudah dibuat, mudah dieksplor dan tentunya berserat! Anda bebas mengeksplor penganan ini asal saran saya, jangan terlalu manis jika anda mau menambahkan fla atau saus :)
Bagaimana dengan cake coklat ini? Bisa bayangin rasanya? :)
Bagaimana dengan Strawberry tartle ini? Ah fla didalamnya yang tak terlalu manis sangat ‘kawin’ dengan segarnya strawberry diatasnya.
Mencoba menangkap angle dari atas :D
Pineapple cake ini rasanya light!
Cookies ini dilapisi rasberry jam ditengah dan coklat diatas. Rasanya? Super duper manis! Too much, saya hanya iseng2 membelinya karena tertarik dengan kemasannya, sekarang? Cookiesnya masih kedinginan didalam kulkas, tak ada yang mau memakannya :p Tapi fotonya tak buruk kan? Paling tidak komposisinya.
Mini pancake ini hasil iseng-iseng :) Saya iris segitiga dan menumpuk irisannya dengan wafer dan pasta coklat. Hiasan diatasnya? Whipped cream! :D
Ini agar-agar pelangi yang seharusnya berlapis tujuh. Berhubung malas saya membuat lapisannya berwarna random! Lain kali saya akan membuatnya lapis tujuh! :)
Warnanya cukup vibrant ya meski tak separah rainbow-rainbow cake yang sempat booming! Karena saya memasaknya sendiri jadi saya jamin ini menggunakan pewarna makanan yang aman :)
Cookies coklat plus raisin. Ini saya beli bersamaan dengan cookies coklat tadi dan rasanya jelas lebih baik. Minum teh hangat dengan ini bukan pilihan buruk menghabiskan sore, asal, saya lebih suka menyeduh teh tawar atau teh lemon jika temannya cookies yang sudah manis.