6 Januari

Ada dua hal yang saya percaya tiap kali bertemu dengan seseorang dalam hidup. Pertama, Tuhan pasti menyelipkan a purpose for whosoever yang kita temui. Kedua, saya selalu bertekad belajar dari siapapun yang saya temui entah itu teman kerja, teman dekat, hingga teman serumah. Menyaring apapun yang positif sambil memupuk hubungan baik yang entah suatu saat bisa jadi investasi jangka panjang berbentuk persahabatan.

Tadi malam ada yang berbeda dengan suasana apartemen tempat saya tinggal. Mas Danang, yang menjadi flatmate selama satu setengah tahun, mengakhiri perjuangannya kemarin. Saat ini, detik saya menulis kalimat ini, mungkin ia sudah terbang menuju Indonesia setelah transit di Dubai. Tentu dengan senyum lebar dan hati yang damai. Saya tak akan membagi alasan resign-nya di tulisan ini, hanya ingin mengenang beberapa hal yang mungkin akan saya rindukan darinya beberapa hari ke depan. Ijinkan saya flashback sebentar.

April dua tahun yang lalu adalah bulan yang tak akan pernah saya lupa selama berjuang di sini. Bulan itu, mas Andhi, senior yang membawa saya ke Afrika memutuskan untuk pulang ke Indonesia. Tentu saja, keputusannya membuat saya bingung bukan main. Saya harus menerima kenyataan tidak akan bekerja sama lagi dengan seseorang yang berjasa banyak mengajarkan saya seluk beluk industri event. Seseorang yang dengan sabar membimbing saya dari awal, yang menjadi saksi bagaimana seorang anak rumahan bernama Azis bertransformasi menjadi seorang pemberani di Afrika. Saya sempat menulis kegalauan saya di sini.

Dua bulan setelah ia pergi, datanglah mas Danang. Mas Danang didatangkan untuk menemani dan men-support saya dari sisi pekerjaan pun sisi sosial. Mas Andhi adalah orang yang membukakan jalan baginya untuk bekerja di sini. Selama dua bulan kepergian mas Andhi, saya dan mas Danang mulai kontak via WhatsApp. Beberapa kali kami mengobrol hanya sekedar berbagi info seputar bagaimana hidup di sini, makanan, masyarakatnya, pun pekerjaan yang akan ia handle. Dari percakapan itu, saya merasakan ada chemistry layaknya kakak dan adik, chemistry yang merupakan pertanda baik yang nantinya akan memudahkan kami berdua bekerja sama. Dan chemistry itu benar adanya saat mas Danang memulai perjuangannya di sini.

Sebagai desainer grafis yang sudah lama berkecimpung di bidang printing, ilustrasi, hingga movie production, mas Danang tentu paham betul hal-hal yang berkaitan dengan teknis grafis. Meski dulu selama kuliah ia dan mas Andhi sering mengerjakan display pameran, toh bukan hal mudah untuk bisa melebur dengan industri event di sini. It was a totally different field and different obstacles but he had an eager to know, and he had tried so.

Seperti halnya dengan mas Andhi, usia saya dengannya terpaut delapan tahun. Meski begitu, mas Danang selalu mendengarkan saran-saran apa saja yang saya utarakan dalam pekerjaan, do and don’t-nya, bagaimana bersikap dan menghadapi orang-orang lokal, hingga petuah-petuah ala-ala Mario Teguh saat ia mendapati kegagalan. Pun begitu sebaliknya, beberapa kali saya mendapat petuah tentang hidup darinya.

6Januari1

Selama satu tahun setengah kami hidup serumah, ada beberapa hal yang akan saya ingat tentangnya. Saya mungkin akan merindukan seorang yang sering mengganggu kudapan-kudapan ringan saya, sisa asap rokok yang saya benci hampir selalu ada setiap pagi di kamar mandi, percikan-percikan kecil saat kami berbeda pendapat plus saat ia membiarkan cucian piring menumpuk begitu saja di dapur , bagaimana cerewet dan kesalnya saya karena ia lebih sibuk dengan pesanan kulit binatang yang akan ia buat untuk tas daripada kesehatannya di rumah sakit saat ia kena food-poisioning, pun candaan-candaan ringan macam ‘bagaimana mengucapkan kata Moët & Chandon dalam bahasa Perancis’ yang selalu membuat ia tertawa lebar.

Oh iya, masih ingat kita tak bertegur sapa dua hari di rumah gegara juicer baru mas? Saat kamu menikmati jus apel dan tiba-tiba saya “heh, itu juicer baru jar-nya kudu dicuci dulu, jangan langsung minum jus dari plastik baru, chemical!”, haha!

***

6Januari2

It was so sad I couldn’t escort him to the airport cause I had a lot of deadlines in the office tapi kemarin malam saat ia menunggu boarding pesawat di gate, saya menyempatkan menghubunginya via telepon. Tadinya saya hanya berniat menelpon untuk meminta maaf pada kesalahan apa saja yang pernah saya lakukan. Tapi nyatanya, niatan itu berakhir dengan tiga puluh menit lebih obrolan ngalor-ngidul mulai dari curhat colongan pada apa yang saya rasakan dua hari belakangan, salam pada keluarga, hingga mengingatkan ia untuk berdoa sebelum take-off. FYI, sebulan sebelum ia resign dari sini, ia mulai mencari peluang-peluang lain di luar sana. Dan tak perlu satu bulan, mas Danang diterima di salah satu perusahaan agensi di Jakarta. Hal ini mengingatkan kita berdua bagaimana amazing-nya Allah menyebarkan keajaiban-keajaiban dan rejeki dalam hidup. Sesaat sebelum kami mengakhiri percakapan, mas Danang mengungkapkan satu hal lagi yang lagi-lagi membuat kami berdua amazed bahwa jalan yang ia dapat ke depan adalah hasil dari doa Ibunya yang menginginkan ia untuk kembali bekerja di Indonesia. Doa yang beliau sematkan dua kali saat ia pulang tahun lalu dan saat beliau berdiri di depan Ka’bah. How amazing doa seorang Ibu ya :).

I know I’ll miss him here but I’m happy he’ll continue his journey somewhere he’ll be happy at (hey, thanks for this). And sure, there’s nothing I’ll pray for all good people around me but a happy life. Wherever they are. 








Terus, giliranmu packing kapan Jis? eh :|.

Lagos ; 8:01 AM.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Mr and Mrs Globe Trot

aroused by food & photography

PARK & CUBE

aroused by food & photography

La Buena Vida

aroused by food & photography

i am a food blog

aroused by food & photography

Finn Beales - Photographer

aroused by food & photography

Souvlaki For The Soul

A Food and Travel Experience

Sam Is Home

aroused by food & photography

Penelope's Loom

aroused by food & photography

cookinandshootin

"It's so beautifully arranged on the the plate - you know someone's fingers have been all over it." - Julia Child

Butter Me Up Brooklyn

baking makes friends.

aroused by food & photography

seven spoons

aroused by food & photography

What Katie Ate

aroused by food & photography

Chasing Delicious

aroused by food & photography

after the cups

aroused by food & photography

Little Upside Down Cake

aroused by food & photography

Green Kitchen Stories

The healthy vegetarian recipe blog

La Tartine Gourmande

aroused by food & photography

aroused by food & photography

Foi Fun!

aroused by food & photography

lingered upon

aroused by food & photography

%d bloggers like this: