Ah, Ini Tak Adil

Ya, ini tak adil. Saat saya baru saja menghabiskan beberapa sendok nasi merah dengan sisa paha ayam goreng yang dingin karena disimpan di kulkas karena tak tahan menahan lapar, eh malah menemukan beberapa foto makanan seperti ini :(

 

CravingThese1

CravingThese2

CravingThese3

CravingThese4

 

Duh Mei, bergulirlah lebih cepat agar saya bisa segera terbang kembali ke rumah. Mendapati Ibu yang tersenyum lembut setelah selesai memasak ikan tongkol bumbu kecap dan urap-urap pedas. Lengkap dengan tempe renyah berwarna coklat keemasan. Dan mungkin esoknya, saya bisa duduk santai di warung dekat rumah dengan semangkuk bakso panas dan segelas es teh manis. Atau, mampir sejenak ke rumah makan di siang hari, menyantap sepiring kepiting pedas dengan nasi putih yang masih panas, dan membawa beberapa bungkus ke rumah.

 

Khayalan-khayalan ingin makan makanan Indonesia sudah terbang di angan-angan.

 

Ah, ini tak adil. Perut saya masih belum kenyang. Beberapa sendok nasi merah tadi belum memuaskan nafsu makan. Bahkan, secangkir coklat panas yang saya seduh dengan susu putih cair sebelum makan juga tak cukup membantu. Mana saya tak punya apa-apa di kulkas, duh, besok sarapan apa coba.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.