Godaan Siang Ini

Selepas pukul 11.30 pagi saya cabut dari venue setelah over night dari kemarin. Bersama ketiga teman saya sepakat mampir ke salah satu tempat makan enak di Victoria Island untuk mengganti sarapan yang terlewatkan. Eh bukan hanya sarapan tadi pagi, makan malam pun dari kemarin kami tak sempat, pekerjaan kami gila ya, hihihi. Di restoran kecil itu saya hanya memesan satu buah plain croissant, chocolate filled croissant dan satu gelas ice tea lychee.

***

Setelah dari tempat enak yang suatu saat akan saya posting (wink!) kami mampir ke salah satu supermarket favorit saya di Victoria Island. Tempat saya biasa mendapat buah-buahan dan sayuran segar. Beberapa kali kesana, saya sempat melihat piring-piring warna putih yang memikat imajinasi untuk menata makanan diatasnya.

Yang menarik ada tempat buah zaitun berbentuk persegi panjang yang amat sempit. Karena diperuntukkan untuk olives platter lebarnya pun sangat terbatas. Tak lama menaruh olives platter itu tangan saya beranjak ke bentuk satunya. Di sticker yang menempel di badannya terpampang jelas gambar buah blackberry. Jelas sudah fungsinya untuk mangkuk buah berdimensi mini semacam blueberry, blackberry dan sebangsanya. Kemudian beranjak ke bentuk yang lebih rendah mirip piring saji. Yang ini berbentuk persegi pula. Semuanya berbahan porselain dan warnanya pun putih bersih.

Saya menaruh ketiga benda tadi sambil berpaling ke arah rak-rak snack dan buah-buahan sesuai niat saya siang ini. Selesai berbelanja kebutuhan harian yang rata-rata bahan makanan, saya kembali ke mobil sembari menunggu salah satu flatmate saya yang sedang sibuk memilih beberapa pasang baju. Ia di lantai atas di supermarket yang sama.

Beberapa menit menunggu flatmate saya itu, kok ya saya seperti ditarik magnet untuk kembali kedalam. Tujuan saya langsung ke rak tadi. Ealah niat saya waktu itu hanya memilih satu di antara tiga benda yang saya pegang tadi. Kok malah saya beranjak ke kasir dan membawa ketiganya (rolling eyes).

Nafsu saya siang tadi tak terbendung. N215o melayang untuk tiga benda putih yang tadi sore langsung saya gunakan untuk postingan berikutnya di blog ini. Tadi saya memasak apa? Guess what?, hihihi. Next.

White is awesome

#Foodtaster : Weetabix.

Anda suka Gandum? Harus coba ini!

***

Bentuk fisik sereal ini hampir mirip seperti serbuk gergaji yang dicetak. Rapuh dan mudah berantakan saat disantap. Rasanya jangan ditanya. Saya pecinta gandum dan sejauh ini Weetabix adalah salah satu sereal berbahan dasar gandum paling enak. Sereal ini bisa jadi alternatif cerdas saat anda malas membuat sarapan. Cukup sediakan full cream milk dingin kemudian tinggal disantap.

Produk sereal asal Inggris ini memiliki beberapa varian yang bisa anda coba, mulai dari Original, Weetabix Chocolate, Cereal Bar, Weetabix Minis dan beberapa varian lain. Favorit saya adalah Weetabix coklat. Selain rasanya yang renyah, coklat chips nya cukup menghibur lidah. Anda bisa menyanding Weetabix dengan susu segar (dingin lebih baik) atau dimakan begitu saja. Rasanya sama-sama nikmat.

Terakhir kali saya mencicipi Weetabix Crispy Mini. Dari namanya saja anda pasti tahu bentuknya bakal bite-size. Rasa si mini agak berbeda dari Weetabix biasa, sedikit lebih manis dengan tekstur sedikit lebih keras. Ada tiga varian rasa dari si mini, Coklat Chips, Strawberry dan  Caramel & Nuts. Dari bentuknya, si mini jauh lebih praktis jika anda menyantapnya sebagai cemilan daripada Weetabix Original karena teksturnya lebih keras dan renyah.

Dari penilaian saya, Weetabix rasa coklat tetap juara meskipun yah, saya sedikit kerepotan saat menyantapnya sendiri. Apalagi jika bukan karena teksturnya yang rapuh dan  mudah beterbangan, hihihi. Penasaran dengan sereal gandum ini? Coba cari di supermarket yang menjual produk impor, saya jamin anda akan jatuh cinta dengan pilihan saya, Weetabix coklat!

Weetabix6

Weetabix4

Weetabix2

Weetabix5

Weetabix1

Weetabix3

Ketemu si Wana.

“I love making new friends and I respect for a lot of different reasons” – Taylor Swift-

Ada yang setuju dengan quote diatas selain saya? Saya yakin anda juga.

Mencari teman-teman baru itu cara ampuh untuk membuka jaringan baru, pengetahuan baru, dan pandangan baru. Saya kenalkan anda pada Wana Darma lewat blog ringan hasil kolaborasi dengan temannya.

Saya kenal Wana lewat bang Nuran di twitter, kemudian berkunjung ke blog yang saya pun clueless kenapa diberi nama Jicho Barabara. Tak usah dipikir dari mana ia mendapatkan nama untuk blognya karena bagi saya kontennya menarik untuk dibaca. Ia menulis dengan tutur yang cukup berbeda, ringan dan kadang menyisipkan sentilan-sentilan humoris yang membuat anda tidak akan merasa bosan untuk menelusuri setiap postingannya.

Saya pernah ditantang untuk berbagi resep masakan Nigeria di rubrik uniknya #MalesMakan yang bisa anda baca disini. Saya memasak Asun, sejenis barbecued goat meat ala Nigeria yang pedasnya minta ampun. Kenapa saya memilih Asun daripada resep-resep lainnya di negara tempat saya tinggal sekarang ini? Karena Asun itu mudah dibuat. Sesuai dengan konten #MalesMakan yang memang diperuntukkan untuk mendorong orang yang berpikir memasak itu harus sulit hingga akhirnya malas makan, maka Asun salah satu resep yang sesuai untuk mengisi edisi Piring Tetangga milik si Wana. Saya pikir anda tidak harus mahir memasak untuk bisa membuat makanan yang mudah namun rasanya tetap bisa menggoyang lidah.

Asun

 

Coba buka sekarang blog milik Wana, enjoy!

Impression of Illustration.

The Rest. Impression of Illustration. Enjoy!

FIERCE. MERMAID. FEROSH. EMPHASIS. TWILIGHT.

 

Illustration5

Illustration4

Illustration3

Illustration2

Illustration1

 

***

These are hand sketch technique drawings with colored marker and pencils long time ago. They’ve been edited with Photoshop for effects and background. Hey pity me, my hands are frozen now. Illustration is over, truly over for me.

Imagination?  Never ends.

No more Meringue!

Ya, saya tak suka Meringue. Cukup.

***

Bagaimana rasanya mencicipi salah satu dessert di restoran baru, niat anda santai sambil mencoba dessert disana, kemudian rasanya berantakan? Saya mengalaminya. Dahi saya mengerut seketika.

Ada salah satu restoran Afrika Selatan yang bisa saya centang menjadi salah satu tempat makan enak di Lagos. Rhapsody, nama restoran yang berada di salah satu mall yang cukup baru, Ikeja Mall. Pertama kali kesana, saya terpikat dengan beberapa main dish yang mereka tawarkan. Selain rasa, presentasi menu-menu mereka bisa saya masukkan A-list dish untuk ukuran restoran di Lagos.

Namun tidak semuanya menu dengan nama-nama asing yang ada di daftar menu mereka memuaskan indera pengecap saya. Kesan gagal saya rasakan dari Mango Meringue with Strawberry Sauce. Siang itu niat saya memang ingin mencoba dessert mereka, namun pilihan pertama saya rasanya sungguh berantakan. Mango Meringue with Strawberry Sauce manisnya tak karuan. Paduan mangga kalengan yang sudah manis, ditambah dengan potongan meringue yang amat sangat manis, plus satu scoop es krim vanila dengan saus stroberi membuat saya langsung berkata “This dessert is banned, no more meringue!”.

Meringue sejatinya adalah salah satu olahan dessert manis yang biasanya ada di menu Perancis dan Swiss. Terbuat dari putih telur dan gula dengan proses kocok berkecepatan tinggi kemudian dipanggang di oven hingga mengeras. Rasanya yang manis dan ringan barangkali menjadi daya tarik meringue, namun sebagai penggemar dessert, meringue tidak termasuk dalam daftar saya.

Untuk satu porsi dessert ini saya harus merogoh N1400 atau sekitar 90 ribu rupiah. Harga yang cukup mahal untuk ukuran dessert dengan rasa berantakan. Tampilannya sih bagus, rasanya yikes!.

Untuk menghibur hati, nikmati sajalah foto yang saya ambil, Mango Meringue with Strawberry Sauce. Banned!

DSC03813 copy

DSC03813 copy1