Memasak Gudir

Memasak Gudir

Pagi itu saya berbincang dengan Rifda, salah satu teman baik saya sejak kuliah. Saya mengiriminya sebuah gambar Gudir ini melalui bbm dan ia menjawab “Kamu mengiming-imingi saya!”. Saya tersenyum, karena olahan super mudah ini kemudian mengingatkan saya padanya dan satu lagi, Yuriko.

Rifda dan Yuriko sama-sama suka penganan berbahan dasar agar-agar dan jelly. Saya sering membawa ‘Gudir’ untuk mereka berdua saat kami bertiga masih satu kantor. Saya mengenal Yuriko saat saya bekerja sama dengannya dalam sebuah tim konseptor, kemudian Rifda bergabung setelahnya. Saya pun memberi judul postingan ini karena ingat kosakata kocak yang menggantikan agar-agar yang sering diucapkan oleh Yuriko, Gudir. Ya, Gudir memang memiliki arti agar-agar dalam bahasa Jawa.

Okay, cukup intermezonya, kembali ke fokus postingan. 

Saya sendiri cukup menggemari penganan berbahan dasar agar-agar ini karena selain mudah dibuat, seratnya juga cukup baik untuk pencernaan. Saya lebih memilih susu cair daripada santan karena susu membuat rasa gudir yang saya buat menjadi ringan. Dan yang terpenting, susu cair membuat saya tak bosan menyantapnya berkali-kali. Kali ini saya hanya bermain gudir dengan tiga rasa yang berbeda, coklat, vanila dan moka. Ketiga rasa itu saya dapat dari bahan makanan yang saya punya saat itu.

Bahan-bahan yang anda butuhkan untuk membuat Gudir tiga rasa ini adalah sbb :

Agar-agar | Gula | Garam | Susu cair | Air | Vanilla | Coklat cair, kopi bubuk, atau perasa (essence) sesuai selera, Krim dan buah ceri untuk garnish.

They are the ingredients that you need fellas!

Cara membuatnya dimulai dengan mencampur agar-agar, susu cair, gula, air dan garam kedalam pan kemudian aduk diatas api sedang. Jaga adonan dengan tetap diaduk hingga mendidih. Jangan meninggalkan adonan karena saat mendidih bisa-bisa kompor anda tersumbat karena adonan yang mengepul keluar dari pan anda. Setelah adonan masak, angkat dan dinginkan. Anda bisa mengaduknya agar uap panasnya lebih cepat keluar dan memudahkan anda mencetak.

Bagi tiga adonan sama rata, kemudian tambahkan coklat cair. Aduk hingga merata. Tuangkan kedalam cetakan yang anda pakai. Sebelumnya basahi cetakan anda dengan air agar mudah mengeluarkan gudir yang sudah dingin jika anda ingin menyajikannya diatas piring saji. Setelah permukaan adonan gudir coklat agak mengeras, tambahkan adonan vanila diatasnya. Saat adonan vanila mulai mengeras tandanya adonan terakhir, moka, siapkan dituangkan. Lakukan tahapan ini hingga adonan habis.

Perhatikan suhu adonan setelahnya jika anda membuat lapisan. Adonan yang baik adalah adonan yang hangat-hangat kuku. Jika anda menuangkan adonan kedua saat panas, jangan harap anda akan menghasilkan gudir yang menyatu satu sama lain. Hal yang sama berlaku jika anda tak sabar menunggu adonan pertama sedikit mengeras kemudian mengambil jalan pintas dan menaruhnya di freezer. Embun yang dihasilkan saat anda mengeluarkan adonan dari freezer tak akan menyatu dengan adonan kedua meskipun anda menuangkannya saat adonan kedua panas.

Setelah anda selesai dengan semua adonan gudir, cara terbaik menyantapnya adalah membiarkannya dingin di lemari es. Santap setelah anda mempercantik mereka dengan krim dan ceri. Dan hasilnya….tara! Gudir, begitu kata Yuriko, siap disantap! Slurrrrppp!

Pisahkan adonan dasar menjadi tiga bagian sesuai dengan porsi yang anda inginkan. Saya menambahkan coklat cair dan milo. Cara termudah membuatnya berasa coklat.

Campur bahan tambahan selagi panas agar merata.

Mari disantap! Light whipped creamnya ternyata cepat menyusut. Hingga garnishnya kurang yahud.

I snap from the top. Not bad isn’t it?

Triple flavour of Gudir sudah siap disantap fellas!

Saya mencetak Gudir di gelas wine, cukup cantik bukan?

Hias gudir dengan krim dan taburan kopi. Kenyataannya saya agak menghindari krim dan lebih memilih buah merah dibelakangnya!

Saya yakin semua orang bisa mengolah penganan ini dan asiknya, anda bisa bermain dengan rasa dan tekstur sesuai yang anda inginkan. Jika anda punya waktu untuk memasak, ada baiknya membuat snack sendiri daripada membeli. Selain terjamin bahan dan kesebersihannya, membuat snack sendiri secara otomatis membuat anda lebih menghargai makanan yang anda masak. Apalagi jika anda bisa berbagi dengan orang-orang yang anda kasihi, its really works! Trust me.

Bagaimana fellas tertarik membuatnya sendiri?

Advertisements

2 responses

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Mr and Mrs Globe Trot

aroused by food & photography

PARK & CUBE

aroused by food & photography

La Buena Vida

aroused by food & photography

i am a food blog

aroused by food & photography

Finn Beales - Photographer

aroused by food & photography

Souvlaki For The Soul

A Food and Travel Experience

Sam Is Home

aroused by food & photography

Penelope's Loom

aroused by food & photography

cookinandshootin

"It's so beautifully arranged on the the plate - you know someone's fingers have been all over it." - Julia Child

Butter Me Up Brooklyn

baking makes friends.

aroused by food & photography

seven spoons

aroused by food & photography

What Katie Ate

aroused by food & photography

Chasing Delicious

aroused by food & photography

after the cups

aroused by food & photography

Little Upside Down Cake

aroused by food & photography

Green Kitchen Stories

The healthy vegetarian recipe blog

La Tartine Gourmande

aroused by food & photography

aroused by food & photography

Foi Fun!

aroused by food & photography

lingered upon

aroused by food & photography

%d bloggers like this: