Oh Kecap!

Oh Kecap

Akhirnya flatmate saya sudah kembali dari cutinya sebulan. Biasanya, setelah liburan cuti ia selalu membawa bahan-bahan makanan yang mustahil ditemukan disini disamping barang-barang pribadinya (baca: baju-baju baru! *envy!). Bahan makanan yang wajib alias fardhu ain yang harus ada di koper setiap kami kembali dari Indonesia tak lain tak bukan adalah Kecap. Ya, Kecap manis.

Segitu pentingnya kah Kecap? Oh yes bagi saya. Kenapa? Pertama, jangan harap bisa bertemu dengan kecap manis di Lagos. TIDAK ADA! Meski di supermarket kadang bertemu dengan Soya Sauce bikinan Hongkong atau Thailand, rasanya jelas-jelas bukan kecap! Pernah saya coba membawanya pulang dan ternyata rasanya sungguh aneh dan berbeda. Kecap manis tidak ada disini kecuali kalau kita mau bersusah payah ke KBRI dan mengikhlaskan membelinya beberapa kali lipat dari harga sesungguhnya. Jadi, setiap pulang kampung, kecap manis jelas HARUS punya ruang sendiri di koper. Kedua, pentingnya kecap manis ya jelas untuk memper-maknyus masakan-masakan yang tidak akan afdol tanpa kecap, Semur dan Sate contohnya.

Kecap bisa menjadi andalan saat rasa malas memasak melanda (baca: kantong kempis). Siapa yang tak suka dengan telur ceplok yang dimakan dengan nasi panas dan lumuran kecap? Ada yang tidak suka? Kesalahan! *sigh. Saya pikir hampir semuanya suka. Selain sederhana dan murah, rasa telur ceplok berpadu dengan manisnya kecap kadang kala bisa menumbangkan rasa makanan-makanan lezat di restoran, setidaknya bagi saya. Ada yang tidak suka dengan ayam goreng atau telur dadar yang disajikan dengan kecap yang dicampur dengan tumbukan cabe rawit dan bawang merah mentah? Jika iya, sekali lagi, itu kesalahan besar.

P.S : Saya berterima kasih pada flatmate saya yang bersusah payah berburu kecap sesaat sebelum ia harus check-in. Sepertinya ia terlalu sibuk liburan sebulan penuh dan kemudian harus merelakan $2 untuk sebotol kecil kecap di salah satu toko di terminal Internasional Soetta. Ia membawa dua botol untuk oleh-oleh saya, hehehe, saya jelas akan memilih kecap daripada apapun untuk oleh-oleh. Sebenarnya saya berharap ia membawa kecap terbaik yang pernah ada, si Bango! Tapi tak apalah daripada tidak sama sekali, hehehe. Kadang hal kecil yang membuat saya bangga terlahir sebagai seorang Indonesia adalah kekayaan pusaka kulinernya, kecap manis salah satunya. Foto terlampir itu masakan pertama yang saya olah dengan kecap dua hari yang lalu, krengsengan hati sapi dan telur mata sapi, oh damn sepagi ini saya tiba-tiba lapar :P

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.