Sayonara 2012.

Sayonara 2012.
Sayonara 2012.

Tiga hari lagi.

Tahun ini akan berakhir. Apa yang saya dapat? Apa yang tak bisa saya dapatkan? Coba saya ingat.

2012 seperti tahun nano-nano buat saya. Tahun dimana banyak hal baru yang bahkan tak pernah saya bayangkan sebelumnya berhasil saya lewati. Saya akan mengingat dari awal.

Mengawali perayaan tahun di luar, bukan bersuka cita. Bukan berada di kerumunan manusia yang merayakannya dengan hura-hura, kembang api, gelar tawa, dan semacamnya. Saya tetap bekerja. Bahkan di malam tahun baru dan hari-hari setelahnya. Awal tahun yang berat. Sepertinya begitu.

Awal tahun 2012 sempat merasakan Lagos lumpuh total selama hampir sepuluh hari (hanya) karena adanya penghapusan subsidi bahan bakar. Harga bbm pun naik drastis hingga menyebabkan kondisi negara sedikit tidak kondusif. Bisa dilihat dari kota yang amat lengang, seperti kota mati. Bahkan ada kemungkinan saya dipulangkan sementara. Untungnya tidak. Meski saya berharap iya, hehehe bisa terbang kembali ke Indonesia dan….leyeh-leyeh di rumah dengan gaji tetap hingga saya bisa kembali kesini.

Tahun 2012 tahun di mana saya belajar lebih mandiri sebagai seorang dewasa awal. Meninggalkan rumah dan menantang diri untuk bisa survive di medan yang sungguh tidak mudah. Rintangan dan rasa tak nyaman kerap membisikkan godaan untuk menyerah. Tapi saya kira saya cukup berhasil mematahkan sekumpulan pikiran buruk pun lelah yang menumpuk, menjadi semangat.

Pertengahan tahun 2012 yang masih saya ingat betul ; salah satu perasaan paling membahagiakan tahun ini. Memandangi pesawat besar yang akan membawa saya pulang. Di ruang tunggu bandara beberapa detik setelah saya mengakhiri percakapan siang itu dengan seorang gadis Iran. Tak berhenti di sana. Tahun 2012 ini pula I could feel mesmerising feeling yang teramat luar biasa saat landing di Soekarno Hatta. Hati saya takjub setengah tak percaya bisa melewati satu tahun perjuangan di benua hitam. Benua yang mungkin sebagian besar manusia normal acuh dan memalingkan muka. Saya? Berpikir terbalik. Bersyukur. Bersyukur bisa mencuri kesempatan dan setumpuk pengalaman yang mungkin tak akan pernah dialami oleh sekumpulan orang-orang acuh itu. Serius. Meski tentu tak mudah sama sekali.

Tahun 2012 ini pula saya bisa membuka mata lebih lebar tentang arti persahabatan. Bisa bertemu kembali di bandara Juanda dengan seorang sahabat yang menyertai perjuangan saya hingga mencapai titik ini. Malam itu juga bisa dibilang salah satu momen terbaik. Menyempatkan ke bandara di waktu yang hampir pagi (lagi) hanya untuk menjemput saya bisa jadi hal yang berat jika ia bukan sahabat saya. Thank you dude.

Saya ingat momen menikmati makanan di warung pertama kalinya. Momen itu terjadi beberapa jam setelah mendarat di Surabaya. Seporsi rawon setan lengkap dengan tempe dan kerupuk putih plus es degan. Serius, selama sebelas bulan tinggal di Lagos, saya belum bertemu dengan es degan. Kesimpulannya, hidangan tengah malam itu benar-benar nikmat. Lebih nikmat lagi karena saya mentraktir sahabat saya yang ‘katanya’ super kaya itu. Hehehe.

Melewati pagi pertama di Surabaya beberapa jam setelah terbang selama dua puluh jam dari benua lain tentu ada di daftar momen terbaik tahun ini. Apa itu? Mengejutkan Bapak dengan beberapa ketukan sebelum akhirnya pintu rumah terbuka. Saya menyukai momen itu. Kenapa? karena sebelumnya beliau tak tahu saya akan kembali ke Indonesia. Begitu pintu terbuka, saya meraih tangan kanannya dan menciumnya. Salim hehehe. Oya, lucunya Bapak saya sebelumnya ngomel karena tak habis pikir ada tamu pagi-pagi buta. Pukul satu pagi lagi. Saya mendengar omelannya sebelum beliau membukakan pintu. It was a funny morning. Early morning lebih tepatnya.

Masuk kembali ke rumah kecil yang sesak dengan perabot-perabot yang masih saja sama menjadi perasaan terbaik pula yang harus diingat tahun ini. Membangunkan Ibu yang sedang tidur terlelap. Hal pertama apa yang saya dapat saat mata beliau terbuka? merasakan pelukan erat darinya. Saya melihat air mata menetes dari kedua matanya. Mungkin ia terharu mendapat kejutan konyol dari anak bungsunya yang pulang dari negeri antah berantah, hehehe.

Apalagi ya momen terbaik yang bisa layak saya ingat?. Oya, mengejutkan teman-teman terdekat adalah salah satu momen yang menyebalkan sekaligus menyenangkan. Menyebalkan untuk mereka, menyenangkan untuk saya. Yang paling diingat adalah mengejutkan sahabat saya yang lain, yang berhasil saya kibuli. Kronologisnya seperti ini : saya berpura-pura menanyakan suatu alamat dengan helmet dan slayer masih menempel di kepala dan wajah saat sahabat saya itu sedang menunggu jemputan pulang. Ia membalikkan badan, kemudian sempat tertegun beberapa detik. Saya sengaja tak banyak bicara hingga akhirnya ia menjerit kegirangan setelah berhasil menganalisa tatapan mata saya beberapa menit. Jeritannya itu mungkin tanda ia terkejut luar biasa setengah tak percaya, sahabat yang ia kira akan pulang akhir tahun ini mendadak ada dihadapannya sore itu. That was an awesome moment!.

Reuni kecil-kecilan bersama teman sekantor dulu juga tak kalah menarik. Oya, bisa disebut reuni kah jika ketemuannya lebih dari satu kali? Hmmm, saya pikir tidak. Yang ada dompet saya malah menipis. Hahaha! Kampret! Anyway, melihat mereka sehat saja saya bersyukur. Sungguh. Kumpul-kumpulnya penting juga kok, at least karena kami tak bertemu selama setahun.

Tahun 2012 pula saya merasa seperti seorang pengangguran yang keren selama sebulan. Tepatnya bulan Juli kemarin. Bisa leyeh-leyeh di kedai kopi siang hari bersama kakak saya tanpa harus berpikir pekerjaan, mentraktir Bapak secangkir kopi dan croissant. Berduaan pula, momen langka. Beberapa kali keluyuran bersama seorang sahabat saya yang lainnya. Yang ini sahabat yang saya punya sejak SMA, pergi nonton, traktiran, hingga curhat tentang wanita yang kami sukai hingga tengah malam. Membawa pulang barang yang dulu hanya bisa dilihat dari etalase sebuah toko juga tak kalah asik hehehe meski akhirnya penyesalan kecil membuat saya berpikir kembali mengapa (mau) membelinya.

Oya, traveling ke Ranukumbolo bersama keempat sahabat kocak tahun ini juga seru! Kali ini bersama sahabat-sahabat kuliah plus seorang sahabat baru, hehehe. Mengalami hal-hal seru di luar rutinitas harian sungguh jadi hal wajib saat saya cuti di Indonesia. Ranukumbolo tahun ini bukan pilihan buruk. Bisa menghirup udara pagi, cahaya matahari dari balik tenda, kabut lebat diatas danau, canda tawa dan cerita selama tiga hari bersama mereka. Tahun depan? Semoga kesempatan traveling dengan sahabat-sahabat saya ini kesampaian. Meskipun kami belum tahu akan kemana. Yang jelas, saya berterima kasih karena mereka mengenalkan lebih dalam lagi keindahan Indonesia. You guys so great!

2012 juga tahun dimana saya memiliki kesempatan sepuluh hari puasa di kota sendiri. Maklum, tahun sebelumnya saya berpuasa penuh di Afrika dengan atmosfer yang berbeda 360 derajat. Sayangnya lebaran masih harus dinikmati (kembali) di sini. Tak apalah. Semoga tahun depan berhasil mendengarkan gemuruh takbir yang tak ada tandingannya si seluruh dunia. Lebaran di Indonesia. Amin.

Sebenarnya masih banyak momen-momen yang bisa dimasukkan daftar momen terbaik 2012 meski saya tak bisa melupakan momen kebalikannya. Tentu saja tak akan indah melewati setahun penuh tanpa momen yang menyebalkan, menyesakkan, memilukan, yang semuanya sadar tak sadar membuat saya semakin kuat menghadapi realita hidup yang sesungguhnya. Itulah kenapa saya kadang kesal dengan sahabat saya sendiri yang seringkali mengeluh dengan keadaan buruk tiap kali kami berbincang di YM. Bagaimana mau berhasil jika kita dikalahkan dengan rasa takut, lemah dan terus mengeluh tanpa berani bertindak mengubah keadaan buruk. Hadapi saja dunia hai sahabatku! Biar dunia menghajarmu hehehe.

Jika saya harus memasukkan satu momen yang ‘memilukan’ versi saya adalah mengakui bahwa saya jatuh hati pada seseorang yang cukup dekat. Namun saya memilih mengubur perasaan yang membuat saya gelisah selama seminggu lebih. Entahlah saya sepertinya lebih mantap melihatnya bahagia dari kejauhan. Seminggu sendu itu diperparah dengan lagu-lagu patah hati macam Pupus-nya Dewa. Penutup akhir yang kurang baik, perhaps.

Sebentar lagi saya akan melewati awal tahun dengan hal yang sama. Bekerja, bekerja dan bekerja yang acap kali membuat saya dilain sisi merasakan capek yang kurang manusiawi, namun bahagia karena semakin hari semakin dekat untuk kembali pulang ke Indonesia. Dan semoga tahun depan masih dianugerahi hal-hal besar, merasakan getir hidup, masalah, kebahagian yang bisa membuat tahun depan lebih keren dari tahun ini. Apalagi kotak mimpi saya masih penuh. Banyak hal yang belum berhasil menjadi kenyataan tahun ini dan semoga tahun depan terwujud. Amin.

Jika saya harus merangkum tahun ini dalam satu kata, adventurous bisa mewakili semuanya. Oya tahun 2012 blog ini lahir….hehehe, anyway Sayonara 2012, Thank You!

Lagos, Fri  9:31 PM.

*Big thanks to @marischkaprue yang menginspirasi saya menulis Sayonara 2012 setelah membaca postingannya disini.

Accidental Recipe

Accidental Recipe.
Accidental Recipe.

I made a mistake with my cooking and I thought that was an embarrassing and terrible moment, but wait! As you know, It could be a moment you could create a new recipe if you use your sense of creativity!

Alright fellas, this is the story. That night I was so so damn tired reached flat at 9pm after a looong day but at the same time my tummy wanted a fill up. I had the urge to make something a bit special and so I chose to make meat ball soup. I searched through my kitchen to find ingredients that I needed to make my desired recipe.

I found beef meat and eggs in my fridge, flour and spices on my spice shelf. I used my blender to mince the beef, put the minced meat in a bowl with 3 eggs and kneaded the mixture. Then I added my spices – salt, white ground pepper, minced garlic, pinch of sugar for taste, and coriander as well. Then, I poured water into it. It seemed to be going fine, but then, I had this scary feeling that I might have added more water than I should have. Damn! my meat dough was too watery, soft. In my panic I decided that I had to put more maize or starch in my ‘too-soft’ dough and wished that it would make it all better.

But I was unlucky. My dough was still soft even after I added so much starch. I decided to go ahead and start molding my dough using 2 spoons and put them into pan full of boiling water. I wished that the meat balls would be floating after 5 until 10 minutes – a good sign that they are well done. Needless to say, I was disappointed when I saw that meat balls didn’t float. Then I decided not to give up and I chose to put my meat ball dough in the fridge overnight. But I still had 1 loud question in my head, how about my tummy? There was nothing I could do at this point, so I went to bedroom hungry. I was so upset really.

So, the next day, when I opened fridge, I saw my meat ball dough, and was still thinking of cooking again. While my dough became harder after being chilled, I took my pan, poured vegetable oil and Yes! I did! I fried the meat balls!!! And you know what? I tasted them, and seriously, they were really good. What a delightful surprise!

Then I remembered that I had tofu, chicken fillet, and paprikas. Without thinking twice I took garlic, onion, chillies, the basic spices I always for cook with. Then:

Step to step!
Step to step!
The last thing I did, paprikas! Lovely colors!
The last thing I did, paprikas! Lovely colors!

;

* I poured some vegetable oil about two tablespoons and let it heat up enough so I could stir-fry my basic spices. Onion and garlic first, then, I added chillies. I stir fried for just 5 minutes – my basic spices smelled good. Then I stirred in the chillies and let them fry for 2 minutes.

* I added cubes of tofu and stir-fried for 3-5 minutes, poured in 2 tablespoon of tomato sauce, 1 tablespoon of chilli sauce, and small water.

* Next step? I added black pepper, salt, pinch of sugar for sure *wink* my little secret*, and nutmeg.

* I fried chicken fillet before and I added them along with the fried meat balls. I let them mix for about 5 minutes and then I added soya sauce – put as much as you like. And for more flavour and colour, I cut some paprikas. I made sure I reduced the heat on my pan of meat balls while I was cutting the paprika. I didnt want my sauce to get dry. The last thing I did was spinkle some paprika to give more spicylicious taste and because I love red and orange colour of paprika.

Tarra! Feast your eyes on this accidental but perfect recipe on my sushi plate. I thought it would be prettier if I had sesame seeds and fresh leeks sprinkled on top of my freshly cooked meal.

Nyum nyum nyum, spicylicious!
Nyum nyum nyum, spicylicious!
That is the fried meat balls!
That is the fried meat balls!
Can you see the chicken? O gosh it makes me hungry immediately!
Can you see the chicken? O gosh it makes me hungry immediately!
Tofuuu!
Tofuuu!

;

I need to name this dish, any ideas? I keep thinking…hehehe…

O yeah, do not ever be nervous fellas if you make a mistake in cooking fellas, just relax be adventurous and think about creating something else and let your creativity work!!!

;

Cheers,

Azis.

If Tomorrow Never Comes

Azis BW

Pikiran saya bertambah runyam. Setelah beberapa hari belakangan perasaan dan pikiran terganggu karena seseorang, siang ini kabar buruk datang. Ibu dari Madam Uche tiada. Innalillahiwainna ilaihirojiu’n.

Kehilangan seseorang yang kita cintai memang tak akan pernah mudah. Apalagi yang meninggalkan kita adalah makhluk terdepan di deretan orang-orang penting di kehidupan semua manusia, Ibu. Saya tak pernah bisa membayangkan bagaimana rasanya kehilangan seorang Ibu. Kehilangan sosok yang tak akan pernah terganti bagi siapapun. Terlebih lagi saat saya harus tinggal a thousand miles away.

Tulisan singkat saya ini bisa jadi salah satu penawar instan untuk mencurahkan apa yang saya rasa detik ini. Teringat bahwa dari dulu pun salah satu rumus di dunia tetap sama, semuanya akan berpisah. Dan seindah apapun deskripsi yang disematkan orang lain disela kata perpisahan, bagi saya, perpisahan tetaplah mimpi buruk.

Tiba-tiba saya teringat lirik ini :

‘Sometimes late at night

I lie awake and watch her sleeping
She’s lost in peaceful dreams
So I turn out the lights and lay there in the dark
And the thought crosses my mind
If I never wake up in the morning
Would she ever doubt the way I feel
About her in my heart

If tomorrow never comes
Will she know how much I loved her
Did I try in every way to show her every day
That she’s my only one
And if my time on earth were through
And she must face the world without me
Is the love I gave her in the past
Gonna be enough to last
If tomorrow never comes

‘Cause I’ve lost loved ones in my life
Who never knew how much I loved them
Now I live with the regret
That my true feelings for them never were revealed
So I made a promise to myself
To say each day how much she means to me
And avoid that circumstance
Where there’s no second chance to tell her how I feel

If tomorrow never comes
Will she know how much I loved her
Did I try in every way to show her every day
That she’s my only one
And if my time on earth were through
And she must face the world without me
Is the love I gave her in the past
Gonna be enough to last
If tomorrow never comes

So tell that someone that you love
Just what you’re thinking of
If tomorrow never comes’

If Tomorrow Never Comes – Ronan Keating.

Kadangkala kita terus-menerus lalai berterima kasih kepada Tuhan untuk sebuah kesempatan. Kesempatan akan waktu untuk masih bisa mencintai, memandang, bercerita, berbagi, dan waktu-waktu manis lainnya. Dan sungguh, masih memiliki waktu bersama orang-orang yang kita cintai itu kekayaan yang tak terlihat.

Wakkis, Cita Rasa India Di Abuja

Selamat datang di Wakkis!
Selamat datang di Wakkis!

Wakkis, ‘swaadisht’ (Wakkis, ‘enak’ dalam bahasa India).

Jika anda berkunjung ke suatu tempat baru, hunting makanan mungkin bisa menjadi salah satu hal wajib yang harus anda centang di agenda. Itu pula yang saya lakukan setelah melewati empat hari super sibuk minggu lalu di Abuja, ibukota Nigeria.

Setelah menyelesaikan project event putri Wakil Presiden Republik Nigeria hari sabtu minggu lalu, saya memutuskan untuk memanjakan lidah sebelum kembali ke Lagos keesokan harinya. Empat hari mondar-mandir seperti headless chicken yang tak tidur selama dua hari, patut bagi saya untuk duduk manis memesan menu-menu baru yang belum pernah saya coba.

Pilihan saya jatuh pada Wakkis, restoran kecil yang terletak di 171 Aminu Kand Crescent, Abuja ini menawarkan menu-menu India otentik yang bisa menjadi alternatif spot kuliner. Saya sendiri sudah dua kali mampir ke restoran yang pengunjungnya rata-rata ekspatriat ini. Suasana restoran ini tipe favorit saya, tak terlalu besar, cozy, memiliki sentuhan etnik di beberapa ornamen interiornya, dan satu lagi poin penting, rasa.

Malam itu saya bersama ketiga flatmates langsung tancap gas setelah berhasil delivered venue tepat waktu. Sebenarnya kami ingin mengeksplor Suya, penganan daging-dagingan khas Nigeria. Namun kami berubah pikiran untuk menikmati malam itu dengan makanan yang lebih enak dan sedikit ‘bergaya’ layaknya ekspatriat lain. Begitu masuk kedalam restoran ini anda akan disambut dengan pemandangan kepala koki asli India yang memamerkan keahlian masaknya. Memandangi sekeliling interior yang didominasi warna coklat natural, anda akan melihat beberapa craft-craft khas Afrika menghiasi sudut-sudut restoran.

Selagi menunggu pesanan kami, tentu saja saya tak mau duduk manis menyilangkan tangan diatas meja kayu dengan runner bermotif seperti Batik –Ya, Batik, entahlah runner yang mereka gunakan untuk menghias meja-meja di restoran ini memang Batik atau sekedar motifnya. Saya bergegas mengeluarkan kamera saya dan mengambil beberapa gambar yang cukup untuk di attached kedalam tulisan ini. Sayang saja jika tidak didokumentasikan selagi saya mengunjungi Abuja.

Wakkis menawarkan beberapa menu India dan Nigeria dengan harga yang cukup masuk akal. Malam itu kami memesan 1 porsi Lamb Ribs, Roasted Ribs, Shrimps with Mayonaise, Spicy Chicken’s wings, dan dua porsi nasi Briyani. Sebagai teman makan, saya memilih jus semangka sedang ketiga flatmates saya memilih ‘Chapman‘, minuman sejenis cocktail yang terkenal di Nigeria hasil racikan dari soda, sprite, potongan nanas dan mentimun, perasan air jeruk, sedikit alkohol dan tentunya es batu. Pesanan kami tak terlalu banyak kan untuk empat orang? hehehe. Kami sengaja memesan dua porsi nasi Briyani yang disajikan dalam mangkuk metal khas India berukuran cukup kecil. Apakah dua porsi cukup untuk empat orang? Tentu saja karena niat kami memang mencicipi dan menghabiskan menu yang kami pesan.

Oh ya, kami mendapat complimentary dish berupa beberapa potong roti canai tipis yang krispi dengan rasa yang ringan. Roti canainya disajikan dengan salah satu saus kacang yang dibumbui rempah-rempah. Semua menu yang kami pesan memaksa kami mengeluarkan N16.000 atau sekitar $100. Mahal? Saya kira masih terjangkau untuk ukuran Abuja, kota dengan biaya hidup yang sedikit lebih tinggi dari Lagos.

Sepotong Lamb Ribs yang berdiri anggun diatas piring saya. Ini makanan pertama yang saya cicipi.
Sepotong Lamb Ribs yang berdiri anggun diatas piring saya. Ini makanan pertama yang saya cicipi.
Olala Ribs! Nyum!
Olala Ribs! Nyum!
Yang ini pilihan saya, Shrimps! Nyum nyum nyum! Saya penggemar udang hehehe.
Yang ini pilihan saya, Shrimps! Nyum nyum nyum! Saya penggemar udang hehehe.
Roasted Lamb. Wah yang ini saya beri nilai 9! Enak!
Roasted Lamb. Wah yang ini saya beri nilai 9! Enak!
Karena restoran India, makannya pun nasi Briyani.
Karena restoran India, makannya pun nasi Briyani.
Ini compliment alias gratis, roti canai tipis yang simple and crispy!
Ini compliment alias gratis, roti canai tipis yang simple and crispy!
Lihat meja kami, penuh ya? Malam itu kami berasa jadi orang kaya..hehehe
Lihat meja kami, penuh ya? Malam itu kami berasa jadi orang kaya..hehehe
Begitu masuk, ini pemandangan pertama yang akan anda dapat, koki India sedang pamer kemampuan masak.
Begitu masuk, ini pemandangan pertama yang akan anda dapat, koki India sedang pamer kemampuan masak.
Ini spot favorit saya, dekat pintu.
Ini spot favorit saya, dekat pintu.
Anda bisa menyaksikan koki India memasak menu-menu di Wakkis, seperti pada gambar.
Anda bisa menyaksikan koki India memasak menu-menu di Wakkis, seperti pada gambar.
Interior serba coklat, dengan cahaya temaram membuat restoran ini cozy.
Interior serba coklat, dengan cahaya temaram membuat restoran ini cozy.
Saya selalu suka sentuhan etnik Afrika seprti ukiran ini. Keren ya!
Saya selalu suka sentuhan etnik Afrika seperti ukiran ini. Keren ya!
Lihat runner diatas meja ini, ini Batik apa motifnya saja ya? hehehe.
Lihat runner diatas meja ini, ini Batik apa motifnya saja ya? hehehe.

Pinky-C, segarnya vitamin C.

Afrika panasnya juara!

Saya kira Surabaya juga sedang membara seperti yang sering saya dengar dari teman-teman di twitter. Well, jangan hanya bisa mengeluh saja karena cuaca panas, mari bertindak kreatif membuat suasana sedikit lebih dingin. Bikin es yang seger-seger saja, bagaimana? tertarik? 

Okay, Pinky-C, minuman racikan super mudah dan cepat ini rasanya semriwing! Saya mencoba meracik buah kiwi, strawberry, yogurt, sirup mawar, dan jelly menjadi minuman yang layak anda coba. Selain mudah dibuat, buah-buahan didalamnya membuat minuman ini tidak hanya segar namun mengandung vitamin C yang baik bagi tubuh anda.

Bahan yang anda butuhkan untuk 4 gelas Pinky-C sebagai berikut :

Bahan yang anda butuhkan, mudah didapat bukan?
Bahan yang anda butuhkan, mudah didapat bukan?

 

* 2 buah kiwi.

* satu cup strawberry atau kira-kira segenggam penuh (+/- 10 hingga 12 biji strawberry ukuran sedang).

* 250 cc plain yogurt. Saya memakai minuman yogurt dingin, sehingga saya hanya memerlukan sedikit air untuk mendapatkan kekentalan yang sempurna. 

* 2 sendok makan sirup mawar. Bisa anda ganti dengan sirup lainnya. Saya memkai sirup berwarna merah agar minuman ini sedikit berwarna dan tidak pucat. Anda bisa mengganti sirup dengan gula, yang penting jangan menambahkan terlalu banyak gula agar minuman ini tak terlalu manis. 

* 100 cc air mineral dingin.

* Jelly. Saya membuat jelly terlebih dahulu sebelum mencampurnya dengan bahan lainnya.

* whipped cream dan bah ceri sebagai garnish.

Caranya : Campur saja kiwi, strawberry, yogurt, sirup, air dingin, dan jelly ke dalam blender, kemudian…..tara dalam dua menit Pink-C pun sudah jadi! Tuang kedalam gelas dan hias dengan whipped cream dan ceri.

Tara, mudah sekali bukan? Dan saya yakin segarnya membuat anda sedikit relaks di tengah cuaca panas.
Tara, mudah sekali bukan? Dan saya yakin segarnya membuat anda sedikit relaks di tengah cuaca panas.

Tak kalah dengan minuman racikan restoran kan? Yang jelas ini jauh lebih murah daripada anda memesannya di restoran.

Memasak Gudir

Pagi itu saya berbincang dengan Rifda, salah satu teman baik saya sejak kuliah. Saya mengiriminya sebuah gambar Gudir ini melalui bbm dan ia menjawab “Kamu mengiming-imingi saya!”. Saya tersenyum, karena olahan super mudah ini kemudian mengingatkan saya padanya dan satu lagi, Yuriko.

Rifda dan Yuriko sama-sama suka penganan berbahan dasar agar-agar dan jelly. Saya sering membawa ‘Gudir’ untuk mereka berdua saat kami bertiga masih satu kantor. Saya mengenal Yuriko saat saya bekerja sama dengannya dalam sebuah tim konseptor, kemudian Rifda bergabung setelahnya. Saya pun memberi judul postingan ini karena ingat kosakata kocak yang menggantikan agar-agar yang sering diucapkan oleh Yuriko, Gudir. Ya, Gudir memang memiliki arti agar-agar dalam bahasa Jawa.

Okay, cukup intermezonya, kembali ke fokus postingan. 

Saya sendiri cukup menggemari penganan berbahan dasar agar-agar ini karena selain mudah dibuat, seratnya juga cukup baik untuk pencernaan. Saya lebih memilih susu cair daripada santan karena susu membuat rasa gudir yang saya buat menjadi ringan. Dan yang terpenting, susu cair membuat saya tak bosan menyantapnya berkali-kali. Kali ini saya hanya bermain gudir dengan tiga rasa yang berbeda, coklat, vanila dan moka. Ketiga rasa itu saya dapat dari bahan makanan yang saya punya saat itu.

Bahan-bahan yang anda butuhkan untuk membuat Gudir tiga rasa ini adalah sbb :

Agar-agar | Gula | Garam | Susu cair | Air | Vanilla | Coklat cair, kopi bubuk, atau perasa (essence) sesuai selera, Krim dan buah ceri untuk garnish.

They are the ingredients that you need fellas!

Cara membuatnya dimulai dengan mencampur agar-agar, susu cair, gula, air dan garam kedalam pan kemudian aduk diatas api sedang. Jaga adonan dengan tetap diaduk hingga mendidih. Jangan meninggalkan adonan karena saat mendidih bisa-bisa kompor anda tersumbat karena adonan yang mengepul keluar dari pan anda. Setelah adonan masak, angkat dan dinginkan. Anda bisa mengaduknya agar uap panasnya lebih cepat keluar dan memudahkan anda mencetak.

Bagi tiga adonan sama rata, kemudian tambahkan coklat cair. Aduk hingga merata. Tuangkan kedalam cetakan yang anda pakai. Sebelumnya basahi cetakan anda dengan air agar mudah mengeluarkan gudir yang sudah dingin jika anda ingin menyajikannya diatas piring saji. Setelah permukaan adonan gudir coklat agak mengeras, tambahkan adonan vanila diatasnya. Saat adonan vanila mulai mengeras tandanya adonan terakhir, moka, siapkan dituangkan. Lakukan tahapan ini hingga adonan habis.

Perhatikan suhu adonan setelahnya jika anda membuat lapisan. Adonan yang baik adalah adonan yang hangat-hangat kuku. Jika anda menuangkan adonan kedua saat panas, jangan harap anda akan menghasilkan gudir yang menyatu satu sama lain. Hal yang sama berlaku jika anda tak sabar menunggu adonan pertama sedikit mengeras kemudian mengambil jalan pintas dan menaruhnya di freezer. Embun yang dihasilkan saat anda mengeluarkan adonan dari freezer tak akan menyatu dengan adonan kedua meskipun anda menuangkannya saat adonan kedua panas.

Setelah anda selesai dengan semua adonan gudir, cara terbaik menyantapnya adalah membiarkannya dingin di lemari es. Santap setelah anda mempercantik mereka dengan krim dan ceri. Dan hasilnya….tara! Gudir, begitu kata Yuriko, siap disantap! Slurrrrppp!

Pisahkan adonan dasar menjadi tiga bagian sesuai dengan porsi yang anda inginkan. Saya menambahkan coklat cair dan milo. Cara termudah membuatnya berasa coklat.
Campur bahan tambahan selagi panas agar merata.
Mari disantap! Light whipped creamnya ternyata cepat menyusut. Hingga garnishnya kurang yahud.
I snap from the top. Not bad isn’t it?
Triple flavour of Gudir sudah siap disantap fellas!
Saya mencetak Gudir di gelas wine, cukup cantik bukan?
Hias gudir dengan krim dan taburan kopi. Kenyataannya saya agak menghindari krim dan lebih memilih buah merah dibelakangnya!

Saya yakin semua orang bisa mengolah penganan ini dan asiknya, anda bisa bermain dengan rasa dan tekstur sesuai yang anda inginkan. Jika anda punya waktu untuk memasak, ada baiknya membuat snack sendiri daripada membeli. Selain terjamin bahan dan kesebersihannya, membuat snack sendiri secara otomatis membuat anda lebih menghargai makanan yang anda masak. Apalagi jika anda bisa berbagi dengan orang-orang yang anda kasihi, its really works! Trust me.

Bagaimana fellas tertarik membuatnya sendiri?

Oleh-oleh (dari) Indonesia.

Kemarin kamis flatmate saya, Andhi kembali dari short vacay setelah hampir tiga minggu di Indonesia. Tak ada kebahagiaan yang tergantikan saat melihat oleh-oleh khas Indonesia yang mustahil ditemukan di Lagos terlihat didepan mata.

Sore itu saya masih disibukkan dengan meeting dengan sebuah bank hingga sore. Terjebak macet sialan di Lagos bukan hal baru jika saya kembali dari Victoria Island ke Ikeja pukul empat sore. Mas Andhi, begitu saya memanggilnya telah tiba kembali disini. Ia langsung tancap dari bandara dan menyempatkan mampir ke kantor seperti biasanya. Ia mengabari saya bahwa ia sudah sampai sedang saya menyabarkan diri didalam mobil karena macet yang tak masuk akal.

Tiba di rumah sekitar pukul delapan malam dan mendapati mas Andhi tidur lelap di kamarnya. Saya mengintip sedikit koper yang ia buka sebelumnya hingga bisa melihat barang berharga tegeletak dilantai. Apa itu? Salah satu titipan saya penting yang wajib dibawa setiap kali teman saya mudik ke Indonesia. Barang berharga itu hanyalah kecap, saus sambal, kue kering, terasi, tempe kering, dan kadang bumbu pecel. Mungkin oleh-oleh ini terlihat biasa bagi anda namun bagi perantau sejauh saya, mereka berharga.

Inilah oleh-oleh dari Indonesia kali ini :

Bumbu Instan ini salah satu penyelamat disaat kami malas meracik bumbu masak. Terlebih jika kami rindu makanan Indonesia.
Saya dapat Tempe manis!
Mata saya berbinar-binar melihat botol-botol ini! Olala!
Bawang goreng! Yiha…masak soto daging jadi tambah nikmat ditaburi ini!
Mas Andhi membawa emping, mungkin ia kangen ngemil emping. Saya? Tak suka emping…hehehe….
Ya, anda tak salah melihat foto ini, Putri salju! Serasa lebaran…hehehe…
Luwak coffee. Kopi mahal ini ia bawa untuk rekan dikantor yang meminta membawakannya saat ia kembali ke Lagos.
Kerupuk Udang! Yiha!
Oleh-oleh dari Bali yang ia bawa untuk orang-orang di kantor.
Ini oleh-oleh untuk saya, sepatu warna biru tua dan sebuah sabuk coklat.
Bukan Andhi namanya jika pulang tak belanja! Sepatu baru…Olala!

 

Ewa, Bubur Kacang ala Nigeria

Ewa, bubur kacang ala Nigeria.

Mari berkenalan dengan salah satu kuliner khas Nigeria, Ewa.

Ewa adalah sejenis bubur khas Nigeria yang menggunakan bahan dasar brown beans. Resep ini hanya membutuhkan bumbu sederhana yang terdiri dari bawang merah, garam, dua jenis cabe ;  red bell pepper dan habanero, cabe rawit super pedas Afrika yang berasal dari Amazon, minyak kelapa dan penyedap rasa. Secara umum rasa Ewa tak terlalu buruk bagi saya karena rasanya hampir mirip seperti gule maryam. Jika anda pernah mencicipi gule maryam (gule yang bahan bakunya dari kacang hijau, dimakan dengan roti maryam/canai), rasanya beda tipis dengan Ewa.

Cara memasak Ewa hampir sama dengan cara memasak bubur pada umumnya. Brown beans yang sudah dibersihkan sebanyak dua kali direbus di dalam air mendidih. Pebandingan air yang diperlukan terhadap beans adalah 3 : 1. Bumbu yang diperlukan di blender hingga halus kemudian dimasukkan ke dalam rebusan kacang dan ditambahkan minyak kelapa. Rebus bubur selama 30 menit hingga lembut.

Ewa disajikan saat hangat dengan Shawa. Shawa adalah sejenis ikan yang digoreng kering dibumbui cabai dan bawang hingga kental. Rasa Shawa sendiri rasanya cukup spicy sehingga Nigerians biasa menambahkan plantain goreng yang manis sebagai penyeimbang rasa. Selain dengan Shawa, Nigerian juga memakannya dengan Garri, sejenis cassava kering yang ditumbuk. Cara memakan Garri hanya ditambahkan air ke dalam mangkuk dan dimakan bersamaan dengan Ewa. Tidak semua Nigerians suka menyantap Ewa. Bagi mereka yang tidak menyukainya, mereka akan memilih roti lokal yang bisa didapat hanya N50 dan menyantapnya dengan Shawa.

Saya pernah beberapa kali mencoba memakan Ewa dengan ikan dan plantain goreng. Rasanya tak cukup buruk meski saya jauh lebih suka memakan brown beans yang dibumbui bawang merah iris dan garam saja. Sebagai catatan, jika perut anda kosong dalam waktu yang cukup lama sekitar +/- 8 hingga 10 jam, kemudian memilih menyantap Ewa, anda perlu waspada. Anda tidak hanya akan kenyang karena memakan Ewa, namun perut akan panas karena beans mengeluarkan gas yang cukup kuat hingga perut anda akan sedikit mulas.

Ewa bisa disajikan dengan Shawa, ikan yang digoreng kering dengan saus diatasnya.
Fried plantain. Ini juga teman si Ewa, plantain yang dipilih biasanya manis hingga seimbang dengan rasa Ewa yang gurih.
Biasanya roti lokal juga dipilih untuk menemani Ewa. Bagi yang tidak terlalu suka dengan beans, mereka memilih roti dengan Shawa.
Yang ini namanya Garri, sejenis casssava tumbuk.

Si Naira

Mari mengintip isi di dalam Ferragamo dan berkenalan dengan mata uang yang saya gunakan sehari-hari di Lagos.

Naira (N) adalah mata uang resmi Republik Nigeria yang nilai tukarnya terhadap dolar berkisar rata-rata 157-158 per $1. Nilai tukar terhadap Rupiah (Rp) adalah 60 rupiah per 1 Naira. Pecahan terendah adalah 1 naira berbentuk koin dan disebut kobo. Sayang saya tak bisa menampilkan disini karena pecahan terendahnya hampir tak lagi digunakan dalam transaksi sehari-hari. Sedangkan pecahan tertinggi berakhir di N1000. Artinya nilai tertinggi mata uang ini enam puluh ribu rupiah (Rp.60.000). Penasaran dengan fisik si Naira? Seperti ini :

Lima Naira.
Sepuluh Naira.
Dua puluh Naira. Tak ada yang bagus didompet.
Lima puluh Naira. Dengan pecahan ini saya bisa membeli satu kantong kecil ground nuts yang biasa dijajakan di jalan.
Seratus ini bisa dapat plantain chips! Ya, sebungkus kecil keripik pisang seharga enam ribu rupiah! Woho!
Ini nilai tertinggi, seribu Naira.

Mi incontro con zi Efuru!

Me and aunty Efuru.

Siang ini sebenarnya saya masih mengatur target-target pekerjaan yang berterbangan di otak, eh ada Aunty Efuru, bolehlah sedikit melepas penat, saya cerita sedikit ya tentang aunty Efuru. Lagos, 3:38 PM.

Mi incontro con zia Efuru, yang artinya saya bertemu tante Efuru. Kenapa saya menulisnya dalam bahasa Itali? Ya, karena saya iri dengannya hehehe, aunty Efuru fasih berbahasa Itali. Ia adalah adik Madam Uche yang lama tinggal di Itali, tepatnya di Florence. Kalau saya tidak salah ia tinggal sejak berumur lima belas tahun dan menetap hingga sekarang dengan suaminya yang seorang Itali.

Saya tak lama kenal dengannya namun ia selalu ingat nama saya mungkin karena kami seringkali bertemu saat ia ke Nigeria. Aunty Efuru orangnya baik, supel, classy, kocak, penggemar rancangan klasik desainer kenamaan Itali Valentino, dan seorang tenor terkenal Andrea Bocelli. Oya, ia salah satu Madam’s sibling yang menetap di luar negeri selain kakaknya yang bekerja di bank dunia dan memilih menetap di Amerika. Madam Uche adalah satu-satunya di keluarga yang memilih menetap di tanah airnya meski ia lahir di Inggris.

Kenapa saya selalu suka mendengar aunty Efuru berbincang dalam bahasa Itali? tak lain tak bukan karena kedengaran sangat keren. Saat ia berbicara dalam bahasa Itali membuat saya nampak bodoh karena hanya berbekal bahasa Inggris. Ah sepertinya saya harus mengatur rencana menguasai bahasa ketiga, Perancis atau Jerman mungkin pilihan bagus.

Seperti yang pernah saya sebut sebelumnya, saya selalu suka bertemu orang baru karena bisa menambah link, menambah wawasan, bertukar cerita, dan berteman. Mungkin saja suatu saat nanti jika saya berkesempatan mengunjungi negeri pizza bisa menikmati secangkir cappucino dan beberapa potong pizza otentik di Florence bersamanya. Ah, kebayang kerennya menghabiskan sore di negeri indah penuh sejarah, olala Itali.

Bolehlah saya memasukkan Itali kedalam daftar mimpi yang harus dicapai sebelum mati, hehehe.

Foto lagi! Hehehe, saya sengaja mengedit foto sebelumnya kedalam hitam putih. Anda tahu lah fashion Itali identik dengan garis-garis bersih dan dualtone, hitam putih. Klasik dan terkesan mahal….kenapa saya nyambung ke fesyen? Ah sudah ah…Kerja lagi!