An Amazing Woman, Madam Uche (The Lesson) Part 1.

An Amazing Woman, Madam Uche (The Lesson) Part 1.

The lesson from Madam Uche.

Niat saya memposting tulisan ini sederhana ; Your vision about African will change!

Perkenalkan, wanita disebelah saya adalah Madam Uche, Executive Director sekaligus perintis perusahaan tempat saya bekerja sekarang, Newton & David (N&D) Events. Nama lengkapnya Maureen Weruche Okaru, sekarang Uche Majekodunmi, Majekodunmi itu nama keluarga suaminya, Adekunle Majekodunmi yang juga Director di perusahaan events yang berusia hampir 22 tahun. Saya menyebut Mr.Majekodunmi dengan sebutan Oga, bahasa asli disini yang artinya Sir atau Bapak/tuan.

Kesan pertama saat saya bertemu beliau mungkin persis seperti saat anda pertama kali melihat gambar diatas, kaget. Kenapa? Saya akui melihat perawakan besar, berkulit gelap dan tanpa rambut membuat saya mesmerised meski itu hanya bertahan beberapa menit. Anda tahu bahwa sebagian besar rambut orang Afrika adalah wig? Ya, wig. Dan Madam Uche bukan bagian daripada itu, ia teramat bangga dengan rambut tipisnya. Saya tak pernah melihat ia menggunakan wig dalam foto-foto semasa mudanya. Sangat natural sebagai seorang genuine African woman.

Pertemuan perdana dengan beliau terjadi setahun yang lalu, 26 Juni 2011 saat saya baru tiba di Lagos. Saat itu kakak kelas yang merekomendasikan saya ke N&D mengajak saya langsung ke rumah beliau sesaat setelah saya mendarat dari Dubai. Siang itu adalah hari pertama di mana saya menjejakkan kaki di negara orang. Di benua yang sama sekali tidak ada di pikiran saya sebelumnya, Afrika. Saya ingat betul saat saya tiba di rumah wanita kelahiran tahun 1960 ini. Ia menyambut saya dengan sangat hangat. Siang itu terik dan saya jelas lelah setelah terbang hampir 22 jam dari Jakarta. Sesampai di rumah beliau yang teduh, saya mengenalkan diri. Beliau menjawab ” Welcome to Nigeria” sambil tersenyum. Ia menyisipkan pesan pada pertemuan pertama bahwa saya harus memliki strong character untuk bisa menghadapi Nigeria yang sesungguhnya, saya ingat betul kata-kata itu. Dan saya tidak mengada-ngada, senyuman beliau saat itu benar-benar tulus hingga saya rasa tidak perlu lagi mesmerised seperti pertama kali melihat beliau. Ia benar-benar welcome.

***

Hari-hari pertama saat Madam Uche kembali beraktifitas di kantor, saya merasa bahwa saya masih amat kaku. Saya rasa wajar karena bekerja di lahan yang benar-benar baru butuh kerja keras untuk bisa menyatu melalui adaptasi. Hal pertama yang saya pelajari adalah mengucapkan salam “Good Morning Ma” diucapkan oleh staf di kantor. Saya? Saya mengikuti. Kakak kelas saya membimbing saya dalam hal etika di kantor. Mengucap selamat pagi di sini seperti tradisi.

Beberapa hari kerja saya mulai bisa beradaptasi dengan gaya kepemimpinan Madam. Ia tipikal wanita yang sangat disiplin dan pekerja keras. Saya bisa mengatakan seperti itu karena analisa visual hingga hari ini, satu tahun dua bulan saya bekerja di N&D. Beliau memiliki gaya yang tegas dalam memimpin dan tak perlu diragukan lagi ia disegani. Watak Madam memang keras dan maaf, jika beliau marah besar, O saya pun shaking :D. Menurut saya bukan karena ia pemarah, tapi lingkungan lah yang mempengaruhi ia kadang memiliki short tempered. Lingkungan? Ya, begini, pada dasarnya siapa yang suka marah jika tidak ada sesuatu yang salah?  Sesimpel itu kan? Sumber daya manusia Afrika memang harus diakui masih dibawah standar dan ini salah satu alasan kenapa ia harus bertindak tegas bahkan kadang harus shouting untuk membuat karyawannya mengerti apa yang ia maksud. Bukan hanya Madam, saya pun seperti berubah menjadi lebih keras dan tegas menghadapi orang Afrika :D Ini pernyataan serius, karena jika tidak, saya tidak akan cukup kuat survive di sini.

Standarisasi orang Afrika yang saya maksud di bawah standar tidak serta merta berlaku untuk orang yang beruntung bisa menganyam pendidikan atau pernah menetap di luar negeri. Itu yang saya perhatikan selama ini, Madam contohnya. Sebagai seorang yang memiliki dua kewarganegaraan, british dan nigerian ia berbeda. Beliau lahir di Manchester, Inggris dan pernah lama tinggal disana. Ayah Ibunya pun british meski asli nigerian dan sudah memiliki beberapa rumah di sana dengan pembantu seorang Inggris, bisa anda bayangkan?

Madam memang lahir dari keluarga yang berada dengan orang tua yang educated. Saya baru tahu jika Ibunya yang seorang guru pernah mengeyam pendidikan MA degree dari University of London. Beliau sempat mendapatkan penghargaan prestisius Helen Straw International Service Award di Swiss yang disponsori oleh The College of Human Ecology, The Ohio University of America. Saya tahu itu saat membantu beliau mendesain sampul buku yang ditulisnya sendiri. Bukunya tentang pendidikan yang bisa diterapkan di Nigeria adaptasi dari riset yang beliau lakukan selama di Jerman, Jepang, Inggris dan Wales. Ayahnya seorang pengusaha yang memiliki spot minyak mentah, dan bagi yang belum tahu, negara ini punya spot minyak mentah yang melimpah yang menjadi kekuatan utama ekonominya. Kedua orang tuanya juga sangat welcome. Saya kira Madam Uche mewarisi kesahajaan dari ibunya serta mewarisi disiplin tingkat tinggi ayahnya.

Madam Uche adalah lulusan teater dan drama, dan mengenyam pendidikan spesialis bunga dari florist kenamaan dunia asal Inggris, Paula Pryke. Madam merintis perusahaan ini berawal dari toko bunga kecil yang ia buka di rumahnya. Pekerjaan dekorasi pertamanya adalah mendekor sebuah gereja di Lagos. Dengan jerih payahnya ia berhasil mengembangkan usahanya hingga menjadi yang terbesar di Nigeria. Saya salut dengan kegigihannya mempertahankan N&D, perusahaan dekorasi pertama yang berdiri di Nigeria dengan standarisasi internasional. Sekedar catatan, membuka usaha di negeri ini sangat tidak gampang dilihat dari banyak hal. Dan kunci kesuksesannya ada pada keseriusannya memperhatikan keinginan klien entah itu klien dengan nilai proyek kecil apalagi besar. Mengembangkan usaha yang berawal dari rumah hingga bisa sukses menangani dekorasi di luar Nigeria baru-baru ini, di Gambia, London dan Marbella (Spanyol) bukanlah pekerjaan yang mudah jika tidak dikerjakan dengan passion.

Selanjutnya saya akan menuliskan hal-hal unik tentang Madam dan beberapa yang belum sempat saya sebutkan disini.

Part 2, NEXT.

Advertisements

3 responses

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Mr and Mrs Globe Trot

aroused by food & photography

PARK & CUBE

aroused by food & photography

La Buena Vida

aroused by food & photography

i am a food blog

aroused by food & photography

Finn Beales - Photographer

aroused by food & photography

Souvlaki For The Soul

A Food and Travel Experience

Sam Is Home

aroused by food & photography

Penelope's Loom

aroused by food & photography

cookinandshootin

"It's so beautifully arranged on the the plate - you know someone's fingers have been all over it." - Julia Child

Butter Me Up Brooklyn

baking makes friends.

aroused by food & photography

seven spoons

aroused by food & photography

What Katie Ate

aroused by food & photography

Chasing Delicious

aroused by food & photography

after the cups

aroused by food & photography

Little Upside Down Cake

aroused by food & photography

Green Kitchen Stories

The healthy vegetarian recipe blog

La Tartine Gourmande

aroused by food & photography

aroused by food & photography

Foi Fun!

aroused by food & photography

lingered upon

aroused by food & photography

%d bloggers like this: