#FoodTaster : Lipton Green Tea (Mandarin Orange)

Seperti biasa, penyakit saya seringkali kambuh saat melirik bahan makanan ataupun minuman yang aneh-aneh. Kali ini saya tergoda mencomot salah satu produk Lipton. Teh hijau rasa jeruk mandarin.

Pertama kali melihat kemasannya, saya tertarik dengan bentuk kantong tehnya yang tak biasa ; piramida.

Bagaimana rasanya? Nah ini yang terpenting. Selain bentuk kantongnya yang menarik, rasa tehnya ternyata sama menariknya. Paduan teh hijau dengan jeruk mandarinnya pas. Dari kantong tehnya bisa dilihat butiran-butiran seperti kulit jeruk yang beraroma segar. Flavouring jeruk mandarinnya asli dari jeruk, bukan dari artificial flavour. Warna tehnya sama seperti warna teh hijau pada umumnya yang cenderung light, tidak pekat seperti teh hitam.

Menyeduhnya saat panas adalah cara yang sempurna menikmati teh jenis ini, kalau disajikan sebagai es teh saya kira tidak akan nikmat. Harganya? Agak sedikit lebih mahal dari teh favorit saya, Dilmah Tea yang bisa saya dapat seharga N240. Lipton Green Tea Mandarin Orange ini bisa didapat seharga N650 (atau sekitar Rp.38,000). Oya, setahu saya di Indonesia Dilmah Tea bisa didapat seharga 48 ribu ya? Kok disini bisa lebih murah, hihihi.

MandarinTea1

MandarinTea2

A Slice of Tiramisu, Snack this noon.

Tadi siang saya kembali ke Rhapsody untuk membalas ‘icip-icip’ dessert yang tempo hari gagal. Masih ingat Mango Meringue yang rasanya berantakan? Kali ini saya cukup puas menyantap dessert asal Italia, Tiramisu.

Sejatinya Tiramisu itu well known akan lapisan teksturnya yang lembut yang berasal dari campuran egg yolks dan keju mascarpone serta aroma dan rasa kopinya. Tiramisu ala Rhapsody ini teksturnya lembut, kopinya terasa meskipun tak terlalu kuat, dan penyajiannya saat dingin adalah wajib untuk sebuah Tiramisu. Saya suka presentasi piringnya yang selalu putih (yeah! White is always awesome) dan taburan bubuk kopi yang membuatnya tampak menggiurkan, tapi agak kurang suka dengan cara mereka mengguyur Tiramisu ini dengan saus karamel. Bukan rasa sausnya yang tingkat kemanisannya tepat, namun pattern-nya yang menyilang membuatnya agak sedikit berantakan. Sayangnya lagi saya tak mendapati lady fingers atau Savoiardi di samping seiris Tiramisu ini.

Dari segi rasa, dessert seharga N1200 atau sekitar 72 ribu ini cukup worth it. O ya, jangan salahkan saya ya, setelah anda melihat gambar yang saya ambil, you will crave Tiramisu immediately, hihihi.

Enjoy!

Tiramisu2

Tiramisu3

Tiramisu4

Tiramisu5

Tiramisu7

An Awesome ; Alice Gao.

Alice Gao copy
Images captured beautifully by Alice Gao

Berawal dari instagram yang populer itu, saya bertemu dengan salah satu fotografer keren. Proudly introduce to you, Alice Gao.

Pertama kali melihat salah satu gambar yang ia posting, saya langsung kesemsem dengan cara ia membidik gambar. Cerdas dan Indah. Instagramnya adalah must-follow-account. Bagi saya kecerdasannya sempurna. Subyek yang ia tangkap, ide, teknik, pencahayaan, komposisi dan warna, semuanya memiliki wow-factor. Semuanya mengagumkan.

Dari instagram saya berkunjung ke Lingered Upon yang sekali lagi, bellissima!. Kenapa saya menyebut blognya indah? Pertama, konten. ia sering memposting Food and Still Life Photography dimana keduanya adalah jenis fotografi yang saya suka. Kedua, foto-foto yang ia posting semuanya memanjakan mata. Obyeknya indah dan dimensinya besar. Saya termasuk baby blogger yang tidak suka dengan blog makanan/fotografi yang memposting gambar berukuran kecil atau bahkan nanggung. Karena menurut saya kekuatan foto ataupun gambar itu salah satu kekuatan nyata sebuah blog makanan/ fotografi yang harus disajikan dengan kualitas baik. Picture speaks louder than words rite? Dan Gao tau benar bagaimana menampilkan bidikannya di blog. Ketiga, blognya bersih, desainnya bersih, font-nya, layout, semuanya indah. Cerdasnya Gao menamai blognya Lingered Upon, dalam bahasa inggris Lingered memiliki arti ‘berlama-lama’ dan yap! Saya jamin anda betah berlama-lama berkunjung ke blognya.

***

Paduan memotret makanan di tempat keren adalah salah satu hal yang membuat saya terkesima dengan hasil bidikan cewek berusia 24 tahun ini. Ia banyak memotret makanan keren di berbagai tempat keren seperti di NYC, kota yang ia tinggali saat ini (deep breath) dan beberapa tempat luar biasa lainnya (baca : Paris).

Selain objek-objek bidikan yang selalu indah dan menarik, Gao teramat pandai memainkan cahaya hingga hampir semua hasil bidikannya cemerlang dan (tentu) memiliki ciri khas. Angle-angle yang tak biasa kerap membuat saya geleng-geleng saking bagusnya. Memotret dari atas adalah salah satu ide keren yang sedang saya pelajari.

Menurut saya pribadi, memotret itu membutuhkan ketajaman indera penglihatan yang tanggap saat melihat objek. Semacam bakat juga mungkin. Coba perhatikan karya-karya Gao, sepertinya mudah membidik objek-objek menarik, namun bagi saya, jika pembidiknya tak memiliki ketajaman indera terhadap hal-hal bagus (dan tak terbiasa melihat hal-hal bagus) hasilnya mungkin akan biasa. Selain itu ya tentu saja sebuah foto kualitas prima juga dihasilkan dari kamera profesional yang yahud. Milik Gao sepertinya harganya (deep breath – again) hingga hasilnya flawless.

Dari Gao saya belajar banyak bagaimana menangkap objek-objek bagus, permainan cahaya, komposisi, dan karakter foto. Saya belajar menampilkan hasil bidikan yang bagus meski yah, jangan membandingkan hasil bidikan saya dengannya, masih jauh (smiling). Maklum selain kamera saya masih kamera standar, dulu juga nilai mata kuliah fotografi saya hanya B (damn I was so bad that time), saya masih dalam tahap belajar. Jika anda perhatian dengan foto yang saya posting di blog akhir-akhir ini, saya berusaha menampilkan foto dengan dimensi besar, kenapa? Selain untuk memuaskan penglihatan anda, itu semua terinspirasi Lingered Upon.

Anyway, saya memilih beberapa hasil bidikan dari teman setia saya yang sederhana, Sony NEX-5 untuk postingan ini. Kualitasnya pasti jauh lah dari Gao, tapi untuk pemula bidikan seperti ini tidak buruk bukan, toh practice makes prefect, isn’t it? hihihi.

Enjoy!

Inspiring Alice 7

Inspiring Alcie 5

Inspiring Alice 13

Inspiring Alice 10

Inspiring Alice 15

Inspiring Alice 14

Inspiring Alice 17

Inspiring Alice 16

Inspiring Alice 18

Inspiring Alice 8

Inspiring Alice 9

Inspiring Alice 11

Inspiring Alice

Inspiring Alice 2

Inspiring Alice 3

Hey ya! saya sempat memposting foto mawar yang saya potret saat lewat di floristy ke akun instagram, dan see! Gao commented on that pic, hihihi :

Inspiring Alice 12

Spinaci Bolognese with Milky Mushroom Sauce, Roasted Chicken and Broccoli.

Spinaci Pasta
Spinaci Bolognese with Milky Mushroom Sauce. Served with Broccoli and Chicken.

Minggu lalu saya menemukan salah satu produk Barilla yang cukup unik. Dari kemasannya terpampang jelas warna pastanya hijau yang didapat dari salah satu bahannya : “Spinaci” atau Bayam dalam bahasa Indonesia. Yap, Pasta Bayam. Karena kemarin minggu saya membawa pulang tiga porselain culteries ,sekalian saja mengolah Spinaci Bolognese. Mari!

Pasta yang berbahan dasar gandum berpadu dengan bayam, kebayang bakal seperti apa rasanya?.

Sebenarnya saya hanya iseng mencomot Barilla Spinaci hanya karena penasaran dengan bentuk dan warnanya yang unik. Saya sendiri tidak mahir memasak masakan Italia. Bukan belum mahir sih, belum bisa lebih tepatnya. Jadi saya putuskan memasak bolognese ini dengan teknik fusion. Meski hanya coba-coba rasanya boleh dicoba, hihihi. Ini serius.

Saya bermain dengan jamur, ayam dan brokoli. Jamur sebagai salah satu bahan sausnya, ayam dan brokoli sebagai side dish-nya. Sebelum mengolah saus jamur dan side dish-nya, mari siapkan dulu bahan-bahannya :

Spinaci 1
Yeah! saya suka potret model beginian, just need a perfect late noon sun shine and captured then.
  • 5 buah pasta – Nah yang ini tergantung, jika bentuk pasta anda berbeda dari Barilla Spinaci saya, atur saja lah, create from your own. Yang penting ini takaran untuk satu porsi.
  • 5 bongkah kepala brokoli – Kok bahasanya tak enak didengar ya, hihihi. Saya yakin anda paham maksudnya.
  • Segenggam jamur tiram – anda bisa menggunakan jamur kancing jika suka.
  • 200 gr chicken fillet. 
  • 50 cc full cream milk.
  • 1 biji jeruk nipis untuk perasan ayam.
  • Bumbu : 4 siung bawang merah | 2 siung bawang putih | 2 biji cabe rawit | 1/2 sdt merica bubuk | sejumput garam dan gula| 1 sdt saus sambal, 5 sdm minyak zaitun untuk menumis, 1 sdm butter, 1 sdm mushroom sauce.Pelengkap : Daun bawang –anda bisa menambahkan Oregano atau Thyme.Green Pasta 8Spinaci 2

Mari memasak!

  • Kita awali dengan merebus pastanya. Seperti biasa, didihkan dulu air kemudian masukkan pasta, tambahkan sedikit garam dan minyak zaitun. Rebus hingga pasta matang, sisihkan.
  • Siapkan air panas di mangkuk yang berbeda untuk mematangkan brokoli. Saya sengaja mematangkannya secara terpisah, tak bersamaan dengan sausnya. Saya hanya merendam potongan brokoli didalam mangkuk berisi air panas sekitar 3 menit hingga brokoli cukup matang. Teknik mudah untuk mematangkannya tanpa merusak tekstur crunchy brokoli.Green Pasta 7
  • Alright, sekarang waktunya bikin saus. Siapkan pan yang sudah anda panasi, masukkan 1sdm butter biarkan meleleh. Kemudian masukkan bawang merah, bawang putih dan cabe rawit yang sudah dicincang kasar. Tambahkan 5 sdm minyak zaitun. Tumis hingga harum.
  • Tambahkan merica, garam dan gula. Masukkan susu, aduk hingga tercampur dengan bumbu tumisan tadi. Tambahkan saus cabe dan saus jamur. Terakhir masukkan jamur. Aduk hingga matang. Selesai!
  • Tinggal ayam yang belum diolah. Potong ayam memanjang, jangan terlalu tipis, kemudian taburi garam, merica bubuk, dan perasan jeruk nipis. Panaskan pan yang sudah dilumuri minyak zaitun, kemudian letakkan ayam. Karena saya menginginkan ayam garing di luar namun lembut di dalam, maka saya menggorengnya dengan teknik sauteing yang hanya membutuhkan minyak zaitun secukupnya. Oke semuanya matang, tinggal menyantapnya.
  • Saya menata pasta, saus, ayam dan brokoli diatas porcelain culteries yang baru saya beli kemarin, hihihi. It was so beautiful dish on the beautiful white porcelain i thought!. Nah cara makannya seperti biasa, hanya butuh mencampur pasta dengan sausnya. Kemudian makan dengan brokoli dan ayam. Jika suka, taburi pasta bayamnya dengan potongan daun bawang dan tomat ceri. Nyum nyum!Selamat mencoba!

Green Pasta 1

Green Pasta 5

Green Pasta 4

Green Pasta 9

Green Pasta 3

Green Pasta 2

Green Pasta 6