Fruity.

It’s been a while since I pushed to work out my crazy April. I was too busy until I had no time to pick out pics from my food lodge and share it here. For some reasons I always think that work too hard means yea yea yea I have to do my personal revenge after. Food is one of a perfect revenge and capture them always be another pleasure. I was enjoyed my Sunday morning last week with a piece of fruit pastry, a cup of coffee milk,and glass of refreshing lemon water. You see magazine on the table? That wasn’t a prop, it was my homework on Sunday. Uh, you see I had breakfast and homework in the same time huh?

Then, in the late noon on Sunday as usual, I always love dramatic light comes out from my window, so capturing smoothie that I made was so fun. The bamboo chopping board beautifying my smoothie even the light was so strong (that’s a new board!).

Last, tiny pancakes that I cooked for my breakfast yesterday looks yummy indeed, gathering fresh banana and Nutella, and some fresh strawberry on it was a simply perfect mood booster. Oh again, blueberry, strawberry, frozen banana and yogurt was so yummy as my pancake’s mate makes me want one more glass.

Ups, forgive me for too many pics on this post, I just too excited for fruits!

Fruit Pastry 1

Fruit Pastry 6

Fruit Pastry 2

Fruit Pastry 3

Fruit Pastry 4

Fruit Pastry 5

Smoothie 2

Smoothie 4

Smoothie 3

Smoothie 1

Smoothie-2-1

Smoothie-2-2

Fruit Pancake 1

Fruit Pancake 2

Fruit Pancake 3

Fruit Pancake 4

BebenyaBubu

ultah

.

Setelah perbincangan saya dengan mas Lukman yang memiliki blog ciamik dengan kekhasannya yang unik, kini saya ajak anda berkenalan dengan blogger keren lainnya. Kali ini saya berkesempatan mengobrol dengan Bebe, seorang perempuan Indonesia yang sekarang ini tinggal di Helsingborg, Swedia bersama suaminya, Bubu. Sekarang anda mengerti kan kenapa judul postingan ini BebenyaBubu?

Nah, jika saya mengulas obrolan ringan bersama mas Lukman dengan bahasa yang sedikit lebih formal, ngobrol dengan Bebe kebalikannya. Jauh lebih santai. Anda bisa dengan mudah menilai seorang Bebe adalah pribadi yang easy going, gaul dan periang dari bahasa yang ia gunakan. Daripada berlama-lama, mari, sediakan secangkir teh atau kopi hangat, rileks dan nikmati obrolan kami. Enjoy!

***

Sejak kapan keranjingan ngeblog Be? Lebih tepatnya kapan mulai ngeblog?

“Mulai ngeblog itu sekitar tahun 2007-2008. Awalnya ngeblog di FS trus karena di FS standar banget settingnya akhirnya pindah ke Multiply dan bertahan sekitar 1 tahunan disitu. Masalahnya kan di multiply yang bisa komen cuma orang2 yang terdaftar di multiply aja (sementara aku pinginnya eksis abis gitu kaaaan) akhirnya ya nyoba ganti platform lagi deh.. hahahaha. Setelah labil ke sana kemari, akhirnya hatiku berlabuh di wordpress sampai sekarang”

Pertama berkunjung ke blogmu sih langsung silau dengan kualitas fotonya pun bahasanya yang ringan sekali Be. Apa ini salah satu kekuatan blogmu agar menarik dibaca?

“Hmm.. bisa dibilang kekuatan ga ya? secara emang cuma bisa itu doang.. ahahahaha…But on the serious side.. aku nulis dengan bahasa yang ringan supaya ga terlalu pusing sama tata bahasanya. Sadar diri aja sih kalau emang ga berbakat nulis yang serius nan dalam gitu. Dan dengan nulis santai gini rasanya lebih enak dibaca juga sama temen-temen yang lain ga sih? hihihi.

Untuk soal foto, pada dasarnya aku ga terlalu suka kalau liat foto kecil-kecil gitu. Gemeeesss, makanya pas pasang foto di blog sendiri sekalian ajalah yang gede. Pan sekalian promosi juga.. hahahaha”

Yang aku suka dari blogmu itu tidak melulu postingan serius, atau postingan makanan terus, paket lengkap lah, ada cerita sehari-hari, travelling, dll. Khusus untuk postingan makanan, bagaimana awal mulanya suka mengabadikan makanan yang dimasak?

“Aku mulai suka food photography itu sejak pindah ke apartemen sendiri. Niat awalnya sih mau mengabadikan hasil-hasil makanan yang berhasil dibuat sendiri untuk pertama kalinya. Ya maklum, akhirnyaaaa gitu loooh, bisa bebas ngacak-ngacak dapur sendiri. Hahahahaha. Eh pas lagi browsing-browsing resep kok kebanyakan hasil fotonya kece2 semua yaaa.

Trus nama pun orang ga mau ngalahan, akhirnya aku ikutan nyoba2 deh. Eh ternyata keterusan”

Sepengetahuanku, fotografi makanan itu kan bermacam-macam gayanya Be, kalau yang aku lihat dari foto-foto yang diposting di blogmu itu editingnya kerasa sekali, sampai ke detail contonnya grafis untuk judul makanannya. Bisakah itu dibilang identitas fotografimu Be?

Hmmm.. kalau sampe dibilang identitas sih kayaknya belum ya.. Tapi emang sentuhan editingnya kerasa karena aku belum jago dalam hal ngatur lighting dll. Dan masih keterbatasan prop & setting lah. Makanya satu-satunya supaya fotonya jadi sesuai sama bayanganku itu ya dengan cara diedit. Cuma kalau pada akhirnya bisa jadi semacam “trademark” atau ciri khas kayaknya lucu juga.. ^_^”

Nah ini yang sering aku tanya pada para food blogger, ada budget khusus untuk memasak hanya untuk diposting di blog?

Nope! Masakan yang aku bikin seringnya emang makanan yang akan dimakan saat itu juga. Jadi jarang banget khusus bikin sesuatu cuma buat foto-foto aja. Kasian Bubunya, nanti cepet bulet dia.. :D”

Aku pernah membaca postinganmu tentang tips fotografi makanan, nah ada yang aku amini, tentang pentingnya props. Sering bokek ga Be karena keseringan beli props untuk memenuhi hasrat bisa menghasilkan foto bagus?

“Hahahahaha.. belum sih. Menteri keuangannya galak nek! :))

Tapi biasanya kalau lagi jalan-jalan dan ketemu prop apa gitu yang kayaknya lucu biasanya sih langsung ambil aja. Asal harganya masih masuk akal, ya sekali-kali gak apa-apa. Tapi emang prop ini kadang suka bikin bete sih kalo lagi mau foto.

Kebanyakan punya prop, pusing naronya dimana. Kalo sedikit, pusing juga itu-itu lagi dipakenya.. sigh.. *banting piring*”

Kalau aku sih Be, seringkali kebayang mau masak apa besok pagi, motretnya bagaimana, warnanya harus apa, bayangan2-bayangan buat postingan blog itu kadang muncul saat kerja pula hehehe, apa seorang Bebe pernah mengalami begitu?

“Kadang-kadang. Kalau misalnya udah napsu pingin nyoba satu resep, mulai kepikiran bentuknya nanti gimana, plating-nya kayak apa, dll dari sebelum bikin makannya. Apalagi kalau ada contoh hasil foto masakannya. Jadi curi-curi ide gitu deeeh. Tapi lebih seringnya sih (80% of the time) on-the-spot gitu lah. Baru mulai rempong naro2 props pas lagi masak dan pas masakannya kelar. Makanya kadang butuh poles sana sini pakai photoshop”

Dulu mengenyam pendidikan desain grafis kan Be? Tepatnya dimana? Apa yang mendasari kemudian seorang Bebe nyemplung di desain grafis?

“Iya. Aku dulu kuliah desain grafis di salah satu kampus di Karawaci.. :P

Awalnya pingin jadi desainer grafis itu karena bercita-cita mau jadi animatornya PIXAR.. hahahaha.. Tinggi kan cita-citanyaaa.. *angkat dagu*. Tapi ditengah jalan sadar diri kalau ga ada bakat animasi dan akhirnya fokus aja sama desain layout dan photo editing. Eh ternyata jalan barunya malah bantu banget buat ngejar cita2 baru pingin jadi fotografer.. Alhamdulillah.. ^_^”

Sekarang pakai Canon 5D, cerita dong perjalanan kamera yang dipakai waktu mulai menyadari seorang Bebe suka fotografi?

“Kamera DLSR pertamaku itu Canon 550D yang dibeliin suami setelah beberapa bulan melancarkan rayuan maut *eciyeeeh*. Dari dulu emang udah suka banget megang kamera-kamera gede karena papaku punya kamera manual yang udah sering aku utak atik sampe akhirnya rusak *maapin Bebe ya pa* -__-“. Selama foto-foto pakai kamera 550D sebenernya sih ga ada masalah juga. Sempet foto pre-wed pakai kamera itu dan hasilnya ternyata cukup lumayan. Tapi kata suami kalau mau serius mending sekalian aja pakai yang full frame sekalian, akhirnya ya udah di-upgrade jadi 5D deh..”

Punya panutan blogger atau fotografer Be? Inspiratornya gitu lah?

“Nope! Maksudnya sampai sekarang aku belum nemu yang bener-bener ngasih inspirasi khusus gitu deh. Kebanyakan serabutan banget liat sana sini. Makanya hasilnya juga kadang suka agak labil.. hahaha..”

Sibuk apa saja sekarang di Swedia Be?

“Sekarang baru mau siap-siap lanjut sekolah bahasa lagi. Sebenernya sih awalnya udah nyerah ngelanjutin belajar bahasa, tapi rasanya kok kurang ya kalau untuk cari kerja. Jadi mending lanjut saja lah. Takutnya kalau kebanyakan bengong malah sibuk nontonin drama Korea mulu lagi.. ahahahaha..”

“Tinggal di Swedia itu bisa di pastikan mahal, secara negara maju dan masuk Skandinavia lagi, kiat-kiatnya bisa enjoy hidup disana?”

Kiat biar bisa enjoy tinggal di Swedia? Hmmm..

  1. Jangan terlalu sering bandingin harga di Swedia sama di Indo. Mungkin untuk barang2 tertentu boleh lah.. Tapi kalau keseringan malah bisa stress berat. Ciyuuss, ga bohong deh.
  2. Pasrah aja kalau pendapatan dipotong 30-50%. Sakit hati siiiih, tapi yang penting kan duitnya jelas kemana perginya.. hihihi…
  3. Rajin masak di rumah supaya duitnya ga abis buat makanan aja. Kali2 malah bisa jualan makanan :P
  4. Rajin ngecek harga dulu sebelum beli apa2. Soalnya kadang walaupun tulisannya lagi SALE, suka tetep lebih mahal dari harga di toko lain yang ga diskon. Intinya WASPADALAH!!!
  5. Tinggal dimana selalu ada plus minusnya. Tinggal kita mau liat minusnya doang atau mau menikmati plusnya… ya ga? hahahahaha bijak banget saya *tepuk2pundaksendiri* “

Kalau orang awam yang belum pernah ke Eropa apalagi tinggal, yang dilihat kan seringkali ‘enak-enaknya’, kayak kotanya bagus, orang-orangnya keren, bla bla bla lah. Cerita sedikit dong hal-hal yang kadang menantang, nyebelin, suka dukanya tinggal di negara orang Be?

“Hmm.. apa yaaaaah..

Pertama pasti faktor jauh dari keluarga bikin suka kangen rumah. Tapi hari gini kan ada Skype, facetime, dll yang bisa ngerasa deket terus.

Oh, kalau di Jakarta kan kalau butuh naik kendaraan umum ada banyak pilihan yang bersliweran di jalan. Bisa naik ojek, becak, bajaj, angkot dll. Nah kalo di Swedia (atau negara Eropa sih), misalnya kita butuh naik kendaraan umum itu cuma ada bus. Itu pun udah berjadwal khusus tiap rutenya dan jaraaaaang banget telat. Jadi kalau misalnya kita mau kemana2 harus tau banget bus ini sampainya jam berapa, trus bus berikutnya jam berapa, dll. Misalnya males ribet pilihan lainnya ya jalan kaki deh.. :(

Trus ga enaknya lagi itu adalah kalo males masak, pilihan makanan yang bisa dibeli ga terlalu banyak. Soalnya resto yang murah2 juga ga banyak. Paling antara makan kebab, pizza kebab, atau makan makanan thailand. Huhuhuhu.. kan saya kangen makan bebek goreeeeng :((

Terakhir, suka ngiriiiii kalo ngeliat yang di Jakarta nyoba makan ini itu.. saya mau jugaaaaaaaa T_T”

Budaya Swedia yang sampai detik ini bikin seorang Bebe amaze?

“Tepat waktunya edaaaaan!!

Kadang aku dan Bubu kan suka ngundang temen-temennya untuk dateng ke rumah. Misalnya janjian jam 8, ya jam 8 persis (atau kadang kurang dikit) pasti udah ada yang ngetok pintu. Jadi kalau misalnya masak apa gitu, enak banget udah ngerti harus mulai jam berapa supaya jadinya jam berapa. Harus ngasih snack dulu atau ga, dll..

Tapi ya efeknya aku dan Bubu pun harus sama kayak gitu juga. Alhamdulillah sih selama di Indo pun jarang banget jam karet, jadi waktu pindah ke sini udah terbiasa ga keburu-buru kalau mau pergi. Udah diplanning dari sebelumnya mau berangkat jam berapa, butuh naik apa aja, dll.. ^_^”

Terakhir, persembahkan deh tiga kata buat Swedia dan Indonesia?

“I love you..

Huahahahahahahahahahhahaha… *hush*”

***

Seingat saya, kunjungan pertama ke blognya Bebe itu dari postingannya di forum food blogger Indonesia di Facebook. Semenjak itu saya mulai mencari beberapa cela menarik dari seorang penggemar berat serial Korea ini untuk kemudian saya tampilkan di blog ini. Blog si Bebe ini menurut saya paket lengkap, ada cerita sehari-hari yang kerap kali membuat saya tersenyum sendiri saat membacanya, foto-foto perjalanan Eropanya yang terekam dengan sangat indah, dan tentu saja, food photography-nya.

Sebenarnya saat menulis daftar pertanyaan diatas via surel saya sedikit khawatir pertanyaan yang saya utarakan kebanyakan, hehehe, tapi saat mau diperpendek kok ya sayang, dan setengah percaya juga si Bebe ini doyan cuap-cuap ya sudahlah. Eh, tak dinyana malah ia menjawabnya lebih panjang dari pertanyaan saya, hehehe.

Daripada berlama-lama, kunjungi blog Bebe di sini, dimana Bebe sangat-sangat update mengenai banyak hal yang saya yakin, anda akan menikmati setiap tulisannya. Be, kita ketemu di Malmö tahun depan *salim hehehe.

Terakhir, mari nikmati beberapa foto hasil jepretan Bebe yang sengaja saya pilih karena keindahannya. Semua foto telah mendapat ijin untuk di re-post disini.

PARIS-31

love21

PARIS-1

narsis1a

appletiramisu11

chicken-tikka-masala2

Okay fellas, see ya with another cool blogger next time! 

Art Twenty One

It was a little surprise for me when I was working for the mega event (the post of it is not ready yet, uh) and realized there is new art gallery called Art Twenty One inside the venue. All I did was…just entered the gallery and took my NEX out. I spent like 30 minutes inside, just took pics and gone. I’d like to visit the gallery next time to enjoy the artworks deeply. I promise.

I amazed with those artworks, don’t you? All those metal arts are beautiful indeed and each has character and uniqueness. I could say that African metal arts is something else and officially fall in love with it. Alright, hope you enjoy the pics.

ArtTwentyOne 1

ArtTwentyOne 8

ArtTwentyOne 7

ArtTwentyOne 10

ArtTwentyOne 1

ArtTwentyOne 2

ArtTwentyOne 5

ArtTwentyOne 4

ArtTwentyOne 3

ArtTwentyOne 6

The Revenge 3 ; Dessert.

Dessert time or tea time because I spent it around 4-5 pm? I guess afternoon tea time rite such british has. I’m not a british so lemme call it snack time. Spending late noon with an iPad, culinary books, slice of strawberry mousse and cold iced coffee milk. I sat down open an iPad to see different inspiration of food photography from other talented photographers. I really love to do that, moreover I had a slice of mousse, it was perfect enough because it wasn’t over sweet. Don’t you think the color is perfect? I agree. Cold iced coffee milk was simply refreshing this noon, just need instant coffee and condensed milk, no sugar added.

Oh my revenge is over finally, I should do the latest one as I thought before to make a complete revenge (4!!). Cooking – Capturing – Uploading – Editing – and Blogging for a whole day? Oh I need some rest as well to be ready for the next day.

The Revenge 3 - Dessert 1

The Revenge 3 - Dessert 4

The Revenge 3 - Dessert 5

The Revenge 3 - Dessert 6

The Revenge 3 - Dessert 7

The Revenge 3 - Dessert 8

The Revenge 3 - Dessert 9

P.S. Because today was so so cloudy from this morning, I had to give extra exposure to make pics that I captured brighter. But don’t you notice different lighting on some of last pics above? The sun was peeked for minutes before she said bye-bye, you can see from the shadows of the glass and the coffee can easily. I think I should learn more bout’ the lighting honestly yea, all those pics on this blog is depend on natural light, and I never use effects for editing, none. All I need to do for photoshop-ing is resize and  lay-out, brightness and level is sometimes.

The Revenge 2 ; Lunch.

Lunch ; second part of my revenge. After had a small breakfast I decided to cook heavier dish (I meant tasteful). I played with the ingredients that I had ; boneless chicken, as usual, basic spices and broccoli. I just cooked them quickly because in the same time I’d like to stay longer inside my chill room (<—lazy boy! *sigh) because I do realize that today is gonna be over and…yes…and…I will meet again with another hectic week.

Cooking boneless chicken is one of  the quickest food that I could cook today and it was so yummy indeed. Very simple and uh me want more (hiks). I spiced the chicken with basic spices, onion-garlic-pepper-tomato (always..hahaha). Not only that, I used tomato sauce and lime also, so I could get fresh and sour taste from basic spices and it was married with the chicken (I’ll post separately the recipe next time). I used lime instead lemon, I just realized that I didn’t have lemon and by preface I used lime juice. The taste was still yummy! Sour, spicy and so fresh!

For the side dish, I chose broccoli and baked with sauce that I made before, its the same sauce for the chicken. Oh my lunch today was so simply yummy moreover I had complete cold drinks, spring water, rose syrup and…and…red wine…(Ups I’m lying hehe that was just grapes,my Dad will kick and slap me if I drink wine I know :3). I tucked into my lunch when I sat down at the table, hehehe.

Alright, I’ll post the last part of my revenge after. Now time to enjoy the pics!

The Revenge 2 - Lunch 1

The Revenge 2 - Lunch 2

The Revenge 2 - Lunch 3

The Revenge 2 - Lunch 4

The Revenge 2 - Lunch 5

The Revenge 2 - Lunch 6

The Revenge 2 - Lunch 7

The Revenge 2 - Lunch 8

The Revenge 2 - Lunch 9

The Revenge 2 - Lunch 10

The Revenge 2 - Lunch 11

The Revenge 2 - Lunch 12

P.S. I posted a similar recipe before you can see here *different technique but the ingredient is the same*. Just because I remember the pics that I attached on that post was horrible makes me wanna re-post and now you can see the pics above, so much better rite? :)

The Revenge 1 ; Breakfast.

I promise myself to make this Sunday goes well. Stay at home after crazy days last week, chilling inside room for a whole day, and absolutely foods! Foods? yeah that’s gonna be my personal revenge because couple days ago I was a bitter pill to swallow when I worked for a big event (I promise to post it soon).

So start from this morning, I chose to cook a quick one breakfast, just slices of pancakes with butter and Wilkin & Sons strawberry jam (finally I had a chance to grab that jam, I’m curious about the taste of it for a long and now I can say it’s a nice jam). And for drink I brewed a cup of bitter vanilla tea, bitter? yeah, I don’t like oversweet meal for breakfast so that I didn’t put sugar in my tea, bitter was so good after I ate pancakes with sugary jam, thats all.

The Revenge 1

The Revenge 2

The Revenge 3

The Revenge 4

P.S. No need to write long story here, now Im going to prepare pictures for the next posts, :) (posts?–with ‘S’? it means more than 1—>; yeah!).

My Brisk Sunday, Fiuh!

Sunday is supposed to be my free day, off work, and enjoy me time as much as I can. But yesterday was different.  I went to work even it was small work. After I posted my previous one early morning before I went to work, I already thought that I had to have my sunday still. That was okay still working but I asked myself to do something at least my sunday wasn’t fly away.

So, after me and my flatmate, and our team finished with the work, myself and flatmate decided to get some enjoyment outside. He chose having coffee time as usual. Me? I chose to go to grocery side inside mall to find something. I had no clue about that ‘something’ until I saw strawberry and broccoli. Yup I chose red and green. After that, I came back to the coffee shop where my flatmate sat down. I didn’t order a cup of cappucino like his own, I just took a slice of tiramisu. Not bad.

I came home by 1pm alone. My flatmate had to do another part of work (fiuh! oh Sunday!). He attended the meeting for our mega event that I’ve told you before I will post it if we pass it. I told that I would be super busy early April rite? I forgot to tell you that crazy mega event is postpone until the day, thursday and friday this week and haaaaa I already shaking when I imagine pressure and challenges that we will face for that event.

Alright this is it, enjoy!

Sunday 1

Sunday 2

Sunday 3

Sunday 4

Sunday 5

Sunday 6

Sunday 7

Sunday 8

Puff Pastry, Yesterday.

Sometimes for some reasons I can be a lazybones for breakfast. Its bad I know because no reason ignoring breakfast due to how important breakfast is. When I’m really damn tired of my endless work and cant cook, I try to solve my bad habit for it. Buying some pastry could be an instant problem solver. And yesterday, when I had two puff pastries, I didn’t have a plan before to capture them as usual if I have enough time on saturday. I still work on weekend even I resume later in the morning. And I dunno why it was so enjoyable when I decided to take my camera and yiha!. I played with some effects from my NEX, no edit as usual except the layout. Okay, lemme finish this short post because…yeah because I have to go for other work, on Sunday? *sigh-deep-breath.

Two Pastries 1

Two Pastries 2

Two Pastries 3

Two Pastries 4

Two Pastries 5

Two Pastries 6

Two Pastries 7

Two Pastries 8

Bahagianya Pulang! (Bagian 2, Selesai)

Lagos – Dubai.

Saya sudah duduk manis di dalam pesawat. Seperti halnya penerbangan dari Dubai ke Lagos, penerbangan sebaliknya ini tak selalu ramai. Beberapa kursi tampak tak ada yang memiliki. Saya duduk tepat di barisan kursi sebelah kiri, dekat jendela. Siang hari cahaya dari luar nampak sangat kuat menembus jendela membuat saya terpaksa menutupnya. Pesawat saya mulai take-off. Bahagia yang sesungguhnya pun dimulai.

Saya mulai menaruh headsets di kedua daun telinga, menikmati musik dari playlist ponsel saya sendiri. Bahagia kecil terjadi lagi saat waktu menikmati makan siang tiba. Saya belum seribet sekarang saat melihat makanan-makanan bagus ada di depan mata. Saat itu saya hanya menikmati complete meal  mulai dari nasi hingga dessert-nya. Mousse coklat Emirates memang juara. Sungguh lumer di lidah.

Saat hari sudah sore, saya mulai membuka jendela di samping untuk menikmati sore dari ketinggian saat awan-awan yang mirip kumpulan kapas itu mulai menguning. Senjanya cukup indah hari itu. Saya tidak memperhatikan layar di depan saya sudah berada di ketinggian negara mana. Yang jelas, bisa menikmati senja di ketinggian, staring up my window dan sadar bahwa saya berada di pesawat dalam perjalanan pulang itu bisa jadi bahagia kecil lainnya. Hari mulai gelap, saya mulai mengantuk. Mata saya sepertinya meminta tanggung jawab untuk dipejamkan. Jam tidur yang terganggu sehari sebelumnya berhasil saya tebus. Jaket tebal tidak cukup mempan mengurangi dinginnya temperatur di dalam pesawat. Namun saya tetap terlelap tidur. Sesekali bangun untuk memastikan saya sudah melewati negara mana saja. Dan yang terpenting pukul yang berlaku detik itu selalu saya perhatikan.

Tidak terasa saya sudah bangun dengan badan yang lebih segar. Layar di depan menunjukkan Dubai sudah dekat. Saya mulai menyesuaikan waktu setempat dengan jam tangan abu-abu yang melingkar di pergelangan kiri. Tujuannya tentu saja agar saya update dengan zona waktu yang berlaku saat itu. Ini penting sekali agar saya selalu waspada dengan jadwal penerbangan selanjutnya.

Pesawat tiba di Dubai. Pagi sekali, beberapa menit setelah melewati pukul dua belas waktu Dubai. Bandara masih sibuk meski tak segila pagi dan siang hari. Saya bersemangat mencari terminal selanjutnya dengan langkah yang lebih mantap. Saya harus memastikan jam penerbangan dan titik terminal saya tepat. Setelah saya yakin dengan jam terbang selanjutnya dan tentu saja letak terminalnya, saya kembali menyusuri bandara yang sekilas seperti mall itu dengan langkah tergesa-gesa. Waktu transit saya ternyata tidak sesuai dengan apa yang ada di tiket saya. Saya hanya memiliki sekitar satu setengah jam dari tiga jam yang tertera di tiket. Sial!

Saya menyusuri beberapa toko setelah berhasil menukar dollar ke dirham. Tidak banyak barang yang saya beli, hanya beberapa benda kecil yang menurut saya unik dan ringan. Sempat mampir ke kedai Starbucks sebentar dan mencomot mug serta botol minum berhiaskan Burj al Arab. Selain itu, toko yang memajang beberapa pernak-pernik khas negeri kaya itu berhasil menggoda saya. Beberapa magnet lemari es, gantungan kunci, miniatur hotel milik Dubai yang menjulang, dan beberapa suvenir berukuran mini saya pilih. Oh ya, saya sempat bertemu kembali dengan gadis Iran di salah satu gerai parfum ternama.

Sebenarnya saya belum puas mengelilingi bandara, namun karena tak ingin mengambil resiko terlambat check-in, akhirnya saya putuskan kembali ke terminal yang sudah nampak sangat penuh. Penuh dengan orang-orang negeri sendiri yang akan pulang, selebihnya orang-orang barat yang transit disana setelah penerbangan dari Amsterdam.

Ah, saya semakin dekat dengan Jakarta. Kali ini saya harus menempuh delapan hingga sembilan jam lagi. Pesawat dari Dubai ke Jakarta selalu sesak. Kali ini saya tak cukup beruntung duduk di spot favorit saya. Seorang Jerman duduk di dekat jendela. Disampingnya seorang Belanda dan setelahnya baru saya. Penerbangan saya saat itu was the best ever, tentu karena kepulangan pertama. Saya tak henti melihat layar dimana pesawat sudah melewati India, kemudian ke arah timur lagi dan lagi hingga menunjukkan sudah diatas Malaysia. O gosh it was so fantastic! Saya akan tiba di Jakarta.

***

Jakarta-Surabaya.

Akhirnya, sumringah saya ada pada titik tertinggi, Jakarta! Saya berhasil mendarat di negara sendiri setelah sebelas bulan lamanya.

Tiba di Jakarta, artinya beberapa jam lagi saya akan tiba di kampung halaman. Keluar dari pesawat masih setengah tidak percaya, Indonesia!. Terdengar norak ya? Ah anda mungkin belum bisa merasakan apa yang saya rasa saat itu. Setelah melewati imigrasi, saya langsung menuju tempat penukaran uang. Saya tak memiliki rupiah yang cukup untuk pulang.

Tiket Jakarta-Surabaya yang sudah di tangan sejak tiga hari sebelum saya tiba, menunjukkan penerbangan ke Surabaya pukul 7 malam. Cukup lah, tak terlalu malam. Tapi….sial sekali! Pesawat saya delayed hingga pukul sembilan dan terus hingga akhirnya berangkat pukul sepuluh. Artinya saya akan tiba hampir tengah malam, rrghh! Saya mencoba menikmati setiap momennya. Menapaki jalan menuju pesawat saat itu benar-benar membahagiakan. Sejam perjalanan ke Surabaya tidak saya lewatkan dengan tidur meski mata saya setengah ngantuk. Akhirnya ya akhirnya! Surabaya!

Selesai dengan urusan koper tiga puluh kilo itu, saya mencari muka seorang yang sudah memaki-maki saya sejak perbincangan via bbm di bandara Lagos. Tak lain tak bukan, manusia yang menasbihkan sebagai orang paling kaya, si Ruli. Setelah beberapa menit mencari batang hidungnya akhirnya ketemu juga. Gila! Ia tambah tambun, hahaha! Makian-makian Ruli tak akan pernah habis, bahkan sampai di warung tempat kami menikmati rawon tengah malam, warung di depan JW Marriot. Sebenarnya saya memilih bakso sebagai makanan yang harus dinikmati pertama kali, tapi rawon juga bukan pilihan buruk. Apalagi…apalagi…saya bertemu dengan tempe! Jiah tempe! Fav food ever! Plus kerupuk putih. Nikmat sekali.

Setelah selesai ‘ngewarung’ dini hari akhirnya saya sampai juga di kampung. Ow no, dini hari melenggang di kampung sendiri dan….waktunya knocking doors! Ini lucu. Mengetuk pintu rumah, yang ada bapak saya yang membukanya. Kedengaran dari dalam ia ngomel kecil, “siapa tamu pagi-pagi begini…” jiah…tak dinanya saat pintu terbuka…”oh, kamu…” hahaha. Kalau diingat lucu juga ya! Setelah bapak, giliran mengagetkan ibu yang terlelap tidur. Saya ‘jawil’ beliau, setengah tak sadar matanya terbuka perlahan dan…..jiah ini lebih dramatis sedikit, beliau langsung terbangun dan memeluk saya. Matanya berkaca-kaca, mungkin beliau rindu sebelas bulan tak melihat batang hidung anak bungsunya.

Malam itu, oh bukan pagi, pagi itu pagi pertama di rumah, berbincang sebentar dengan bapak, ibu dan kakak saya yang terbangun karena kedatangan dadakan saya. Kami mengobrol ringan hingga pukul 2. Setelah itu saya ingin tidur di kasur! Meskipun agak sulit karena jetlag. Ah akhirnya…rumah.

Saya menghabiskan cuti saya sebulan yang lebih terasa seperti seminggu itu dengan maksimal. Kenyataannya sih tak terlalu maksimal jika saya ingat lagi. Tiga hari dihabiskan di alam terbuka dengan Maya, Ruli, Winda dan Ayos. Selebihnya banyak disibukkan dengan jalan-jalan dan bertemu dengan teman-teman kerja dulu pun sahabat-sahabat saya. Menghabiskan waktu dengan keluarga sedikit sekali, itu kesalahan saya yang saya janji…insyaallah tak akan terulang tahun ini. Saya sudah punya daftar baru tentang apa saja yang akan saya kerjakan untuk cuti tahun ini. Oh, pulang!

Sebentar, biar lebih sahdu saya putar dulu Home-nya Michael Steven Bublé yang tak pernah gagal membuat khayalan rumah di depan mata. Sepagi ini berpikiran pulang, jiah tak boleh ah!

Bahagianya Pulang 1

Bahagianya Pulang 2

Bahagianya Pulang 3

Bahagianya Pulang 4

Bahagianya Pulang 5

PS : Foto-foto terlampir diatas itu beberapa buah tangan yang saya beli, tidak semua bisa saya tunjukkan disini. Saya baru sadar bahwa saya tak banyak memiliki potret tahun lalu, jadi beberapa di postingan ini lah yang berhasil saya temukan di hardisk. Tak apalah, tahun ini akan saya posting lebih detail dengan foto-foto yang lebih menarik. Ah saya jadi tak sabar ke Lekki Market di Ikoyi, tempat saya menemukan kerajinan asli Afrika, kemudian belanja lebih kalap di Dubai nanti. Nanti…kalau saya pulang, bukan nanti beberapa jam kedepan hehehe. Sebentar, saya lirik dulu dompet saya *kemudian hening….